Kalo disuruh milih, kamu milih jujur atau bohong? Setiap pilihan tentu ada konsekuensinya. Akhir-akhir ini aku baru terheran dengan tingkah temenku sendiri yang dengan mudah membuat skenario kebohongan tanpa rasa bersalah sedikitpun. Huhuhu. Misalnya gini, kemarin temenku ganti foto DP di bbm. View nya bagus banget, ditempat wisata gitu. Aku sebagai anak rumahan engga tahu dimana lokasinya. Dengan rasa penasaran terdalam, aku bertanya tempatnya dimana. Dia jawab di Amerika Selatan, dia datang kesana bersama adiknya. "Saudaraku kan ada yang tinggal disana", imbuhnya lagi. Sekali lagi aku sebagai anak rumahan yang ndeso, hanya bisa bilang "Oh ya" dan percaya gitu aja wong tempatnya memang beneran bagus. Wajarlah kalo diluar negri. Aku baper banget. Tapi ini ngga berlangsung lama guys. Keesekoan harinya, aku ngga secara sengaja nemuin foto dia di instagram. Foto dia dengan bidan senior tempatku praktik 2 tahun lalu di Bantul. Dalam foto itu ada keterangan lokasinya. Aku klik aja "Queen of The South Resort" disana muncul foto-foto yang lain. Boom. Aku menemukan hastag Jogja. Mataku mlongo. Semakin penasaran, aku bertanya sama temen asramaku yang saat itu sedang duduk bersebelahan. Dia jelasin ke aku kalo Queen of The South Resort itu lokasinya di daerah Pantai Parangtritis. Itu termasuk Pantai Selatan Bantul guys bukan Amerika Selatan. Hahaha. Aku ngakak. Temenku satu itu khayalannya tinggi banget. Ngakaknya lagi, kemarin aku udah percaya gitu aja. Well, dan tragisnya lagi guys. Dia keceplosan saat kami duduk santai sama bidan-bidan jaga di rumah sakit, dia jelasin kalo di Bantul itu ada tempat yang bisa dipake buat wisata yaitu di Queen of The South Resort. Dan aku semakin glodak glodak ngakak geleng-geleng. Dia gak tahu aku dibelakangnya kali ya. Untungnya apa coba mbak bohong sama aku? Hihihi. Memang kamu merasa enak tapi kamu ngga jujur, kamu bohong!
Boom. Sebenernya ini hal sepele ya guys. Kalo mau diungkapin cerita-cerita tentang kebohongan yang lain, aku masih punya banyak koleksinya. Hahaha. Tapi cukup satu ajalah, semoga yang bohong segera sadar semua. Aamiin.
Ngomongin tentang jujur dan bohong itu aku jadi merasa beruntung dalam hidupku ini pernah mengenal Mr. Busy (aku memberi nama itu karena saat aku kenal dia, dia adalah laki-laki yang sibuk syekali). Dia pernah bilang kalo dia lebih suka untuk jujur tapi sakit daripada bohong tapi enak. Kerennya, dia melakukan ini saat kita bareng-bareng dulu. Walaupun memang endingnya ada yang sakit, tapi setidaknya dia udah jujur. Makasih ya mas. Mungkin tanpa kamu sadari kalimat itu udah masuk dalam alam bawah sadarku sehingga ada alarm yang setiap kali aku menghadapi pilihan untuk jujur atau berbohong, kalimat itu melintas gitu aja dan aku tahu mana yang harus aku pilih. Tentu aku selalu berusaha untuk berkata jujur walaupun itu sakit. Semoga Allah selalu menuntun kita dijalan yang benar. Aamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar