Minggu, 19 Oktober 2014

Tragedi yang Ku Tunggu

Alhamdulillah di Hari Minggu yang indah, Allah mentakdirkan diriku untuk berjumpa dengan penulis muda yang hebat Raditya Dika.  Banyak yang menanyakan alasan, mengapa aku berpihak padanya. Mulai hari ini, aku yakin dengan jawabanku!

Sudah kusadari hatiku mudah tersentuh. Saat dia menapakkan kaki dipanggung, tepat di depan mataku dia berjalan dia melemparkan senyum kepadaku dan ratusan peserta lainnya. Sangat terasa desiran didada hingga naiklah kemata sampai jatuhlah tetesan-tetesan air mata. Bangga rasanya bertemu dengan dia. Dia yang hanya biasa bisa kulihat dilayar kaca. Dia yang hanya bisa kupandangi fotonya. Dia yang hanya bisa ku mention semua tweetnya. Dia yang hanya ada dalam mimpi-mimpiku dan bunga dalam setiap ceritaku selama ini. Akhirnya aku bisa melihatnya langsung, kalo boleh menyimpulkan dia tampan, muda dan berkarisma.  Suaranya renyah dan bikin pecah. Bagiku kata-kata yang disajikannya enak dan mudah dipahami oleh semua pemuda. Belum lagi dalam baitan kalimatnya, pasti berakhir dengan canda ataupun makna yang dalam. Dia mampu menyampaikannya dengan bahasa anak muda tanpa meninggalkan benang merahnya.

Aku ingin tidak hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Aku berusaha mendekat, mencoba mendapatkan apa yang aku inginkan. Menunggunya keluar dari pintu belakang, setelah acara usai. Apa daya diriku, barisan rapat mengawalnya, dia keluar dengan penutup kepala, tangan melekat didalam saku, mulut terkunci rapat, tapi satu senyumnya takkan terlewat. Oh, aku mengerti rasanya diabaikan. Oh, aku mengerti rasanya tak diprioritaskan. Memang aku kecewa. Menangis disepanjang jalan ketika pulang pun tak bisa ku tahan. Aku kecewa. Aku sedih.
Tapi semua itu tak kan berarti. Aku menenangkan diri. Aku paham tak semua keinginan itu bisa didapatkan. Ikhlaskan dia untuk pergi lagi. Sekarang saatnya aku memilih tetap berusaha menggapainya dikemudian hari atau diam dan pindah halauan.

Aku tetap padamu, Bang Raditya Dika. Aku akan tetap menulis. Seperti saranmu, Aku akan memulai menuliskan kegelisahanku dan menjabarkannya semauku.

"Tragedi adalah komedi yang butuh penambahan waktu"
Yogyakarta, 19 Oktober 2014.
Raditya Dika

Minggu, 14 September 2014

Yang Terusik

Aku tidak akan mendoakanmu jatuh dalam kegalauan lagi.
TIDAK, tidak akan pernah!!
Hanya yang perlu kamu ketahui, yakinkan pada dirimu sendiri. Siapa yang sebaiknya dan pantas kamu perjuangkan.
Karena aku tak mau mendengar lagi kamu berada dalam lingkaran penyesalan dan berakhir pada ke galauan yang tak bertuan. Itu saja.

-Semoga bahagia-

Sabtu, 13 September 2014

Sederhananya Cinta

Alasan aku cinta dan menghormatimu adalah sederhana.
Kamu diciptakan Tuhan untuk menjadi pribadi sigap, disiplin dan bertanggung jawab, teristimewa karena ibadahmu yang indah..

Selasa, 09 September 2014

Simpan Saja, Sampai Tiba Waktunya

Dalam sebuah perjalanan pasti ada tujuan. Semoga langkahmu selalu diringankan oleh Tuhan..

Aku dan kamu saling tahu. Pendidikan yang kita tempuh bukan hanya sekedar bermain. Bukan hanya sekedar membuang waktu bahkan hanya untuk mencari secuil pengakuan.

Keputusan yang kamu pilih benar. Orang tua merestui dan kamu menjalani. Semuanya terasa nikmat dan tiada goncangan ketika Tuhan telah meng-iyakan.

Suatu masa...
Kamu jauh dari orang tua.
Kamu rela menahan rindu kepada orang-orang terkasihmu. Kamu rela tidak berada diantara kehangatan mereka. Kamu memperjuangkan itu semua.
Aku percaya tujuanmu mulia. Maka, fokuskan dulu pada prosesmu. Selesaikan dulu pendidikanmu. Simpan rapi semua rasa yang ada. Hingga tiba waktunya kamu kembali kepada orang-orang terkasihmu. Maka ungkapkan isi hati yang tertunda kepada mereka,segera.
Selamat berjuang prajurit mulia..
Aku dan kamu ada untuk asa..
Semoga Tuhan Senantiasa Mengabulkan...

Selasa, 03 Juni 2014

Menanti untuk Berbahagia, Bersama.

Assalamualaikum ...
Selamat datang di Bulan Juni. Bulan yang kita nantikan saat kita berada di bulan Mei dan bulan sebelumnya. Saat menanti pasti merasa bosan dan merasa lama ya. Akan tetapi kesetiaanlah yang menghantarkan kita tiba di bulan ini. Insyaallah Bulan Ramadhan, bulan yang suci dan penuh berkah akan tiba di bulan ini pula pada tanggal 27 Juni 2014 mendatang. Sudah siapkah kita?
Baiklah. Semoga hari-hari kalian penuh manfaat dan berbahagia bersama orang-orang yang dicintai. Selamat  berjumpa dengan Ramadhan.

Kali ini aku mau berbagi kisah beberapa insan yang saling menanti dengan ditemani sosok kesetiaan. Maaf, kisah ini bukan tentang seorang perempuan yang menunggu kekasihnya yang datang. Melainkan lebih dahsyat daripada itu. Kemarin aku rikhlah bersama 6 orang sahabatku. Kami mengagendakan acara ini sudah cukup lama dengan rentetan diskusi yang sangat panjang. Akhinya pada hari Minggu kemarinlah kita bisa kembali bertatap muka. Pukul 07.30 tepat kita bertemu di rumah Danang (rencana awal. Akhirnya?).

Kisah penantian kami dimulai sejak ini ...
Aku masih prepare (baca: mandi) dirumah tuaku, Thea datang. Thea menungguku ditemani umiku tercinta. Sesudahnya, kami (aku dan Thea) berbincang-bincang sambil menunggu datangnya Riana. Lama, cukup lama. Akhirnya Riana datang. Kami bertiga menuju rumah Danang yang setau kami disana sudah ada Asti, Kikik, Edwin dan pemilik rumah. Namun saat kami tiba hanya terlihat Danang dan Kikik semata. Dimanakah Asti dan Edwin? Rupanya Asti menuju kerumahku karena ia malu menunggu dirumah Danang dengan hanya seorang diri. Sedangkan Edwin masih ada acara, entah acara apa. Kami menunggu. Beberapa menit kemudian Asti datang dan kami pergi meninggalkan rumah Danang. Berhenti di sebuah pendopo di tepi jalan. Aku membeli batu baterai bersama Asti. Kami menemui mereka kembali. Rupanya mereka bersepakat menunggu Edwin. Katanya suatu kelompok tidak akan jalan tanpa adanya seorang pemimpin. Dan Edwinlah pemimpinnya. Kami menunggu bersama orang gila yang senyum senyum sendiri melihat kami. Aduh mama sayangeee.. Orang gile saja ketawa saat melihat kami.

Beberapa ribu detik kemudian, seorang pemimpin itu datang. Dan jujur yang membuat kami tersenyum geli, saat Edwin datang dan seolah membuka konferensi. Kami belum menentukan dengan pasti, kemana kita akan pergi. Kami debat. Galau. Debat lagi. Dan akhirnya Riana ijin pergi ke ATM. Kami menaiki kendaraan perlahan meninggalkan dan menunggu Riana. Sambil berlalu kami memikirkan kemana tujuan kami. Sampai akhirnya berhentilah kami disebuah pertigaan untuk kami menunggu Riana saja sambil menitipkan kendaraan milik salah satu diantara kami. Eh Edwin rupanya tidak tahu dan nyelonong melaju jauh. Kami menghubungi dia untuk kembali ke lokasi untuk menunggu Riana. Lama. Edwin datang dan dimanakah Riana? Lebih dari lama. Sampai-sampai kita dihampiri oleh dua orang polisi secara bergantian yang sedang melakukan Oprasi Simpatik.. Kami diintrogasi tentang siapa kami, mau kemana, apa yang dilakukan dan lain sebagainya. Ya walaupun salah satu polisinya tersebut adalah tetangga desaku yang tentunya samar-samar ingatnya denganku. Saking samarnya beliau bertanya dengan sangat halus "Sakmenika ngasta ten pundi?" yang artinya "Sekarang kerja dimana?" Yah padahal kan aku masih SMP. Kami tertawa geli. Segitunya kah aku dimata Pak Polisi.

Riana tak kunjung datang. Hingga tibalah ada sms yang diterima Asti. Kami shock berat. Ternyata Riana sudah berada di lebih dari 8 km didepan kami. Sementara itu Edwin menuju lokasi dimana Riana mengambil fulus di ATM. Yah kami menunggu, menunggu dan menunggu lagi. Menunggu dua orang yang berlawanan arah.

Singkat cerita, kami menemukan seonggok Riana didepan sebuah toko kain seorang diri dengan kondisi nyengir dan masih tetap dengan lemaknya..ehehe. Dari tempat itulah kami memantapkan tujuan kami di Candi Ratu Boko. Tarraaa..

Welcome to Boko Temple

Sungguh banyak hal yang tidak bisa aku ceritakan semua disini. Terlalu panjang dan berbelit nantinya. ya kan? (sebenarnya banyak cerita yang absurd yang kita alami). Kami memuaskan diri untuk menikmati alam yang segar. Sekedar narsis mengabadikan momentum bersama. Aku tahu kita manusia mempunyai daya memori yang dahsyat. Sekali lagi kita manusia, yang juga sering dilanda lupa terlebih dengan suatu hal yang sederhana.

Di hari kemarin kami juga menjumpai seorang gadis bernama Juni (nama disamarkan) yang cerdas, cantik hanya saja nasibnya belum beruntung. Gadis itu mendekati kami dan duduk disampingku tepat. Kami berhasil bercakap-cakap dengannya walaupun sangat singkat. Kalo ditarik benang merahnya, ia (Juni) dipaksa oleh orang tuanya untuk mencari botol-botol bekas dan menawarkan payung dilokasi wisata itu. Ia pernah diancam oleh orang tuanya dan tidak diberikan kasih sayang yang sewajarnya. Ia mampu bercerita dengan santai dan terbuka dengan kami. Ia juga membantu kami untuk mengambil gambar foto kami saat duduk dikursi taman. Satu yang mebuatku menyesal adalah aku lupa tidak memberikan sesuatu untuk ia. Insyaallah jika suatu saat nanti aku dipertemukan dengannya lagi akan ku tunaikan niatku yang tertunda ini. Semoga suatu hari nanti engkau (Juni) menjadi wanita yang beruntung dan dapat lepas dari jerat onak pilu yang membelenggumu seperti saat ini. Amin. 

Hasil jepretan Juni

Closing..
Setelah kami menjengung adik-adik pramuka SMA yang sedang mengadakan KETUPAT disana juga, kami pulang meninggalkan lokasi. Menujulah kita ke kampus Riana untuk sekedar mencari makan dan solat disana. Sekarang aku jadi tahu bahwa Kikik adalah lelaki yang takut terhadap sambal. Untuk yang terakhir, lagi-lagi Riana memisahkan diri dari kami saat diperjalanan. Adduh mama sayangeeeee. Badan nak besar tapi suka menyelempit menyelempit kamu nak. Olala..haha.

ehem.
Alhamdulillah kita telah melewati hari ini dengan sepenuh hati. Akhirnya penantian kita berbuah bahagia, bersama. Canda tawa dan keheningan kita rasakan bersama. Satu persatu menghilang-datang-menghilang, saling menunggu untuk kebersamaan, berpisah-bertemu dan akhirnya sekarang kita harus berpisah lagi. Kesetiaan yang menemani langkah kita hari ini. Semoga Allah senantiasa meridhoi langkah kita dan mempertemukan kita kembali dengan keadaan yang lebih baik.

Terimakasih teruntuk sahabatku Mas Edwin Prasetya Nugraha/Bripda Eddie (pemimpin genk solat yang freak), Mas Danang Baskara (salam buat pacarmu, para mesin-mesin cantik), Mas Kikik/Yoga Utama (yang suka bikin cemburu dan menggalaukan wanita..hehe), Mbak Thea Miftakhur Rahmah (thanks banget udah rela ambil cuti), Mbak Riana Mangayu (yang sering memisah dijalanan), Mbak Asti Muninggar (semangat UAS nya ya, kan udah bermain bersama kita)
Terimakasih anggota Genk Ngaji-Genk Solat. Saling mendoakan ya. Sukses kuliahnya, Sukses kerjanya. Keep Hamasah. 


Behind the scene


ketemu wali kelas SMA ni :D


cie ngapain ni ye?

Bagian dari Menunggu

Jumat, 30 Mei 2014

Lelaki Blasteran Itu Adalah ...

Halo. Semangat pagi semua.
Apa kabar? Udah pada makan siang belum? Udah solat Jumat juga kan? Tadi udah bener pakai sarungnya? Hehe. Kalo belum minta ajarin Bang Dzawin buat kasih tutorial sarung lagi. Sungguh yang semalem penampilannya di show SUCI 4 keren abizzz.

Siang ini kuliah kosong. Biasa dosennya main coret-coret jadwal. So aku jadi bernostalgia sejenak tentang masa laluku. Cie masa lalu. Today I wanna be talk about my boy friend in last Senior High School. He is my boy friend not my boyfriend. You know?

Dahulu kala (kaya dongeng) aku sekolah di SMA negri pada umumnya, sehingga aku bisa berteman dengan semua orang baik perempuan dan laki-laki.  My boy friend’s name is David. Seorang laki-laki keren blasteran Singapura-Indonesia. Tubuhnya kekar karena dia suka main futsal. Rambut kaki dan tangannya sangat lebat, sampai suatu hari ada teman perempuanku yang nangis (baca:geli) gara-gara lihat dia dengan bulu bulu lebatnya. Anak pertama dari empat bersaudara (kalo engga salah.hehe). Orangnya baik abiz, usil pasti,cerdas dan cetar membahana.

Entah kenapa akhir-akhir ini aku teringat padanya. Iya soalnya akhir-akhir ini juga aku baru dilanda perasaan semacam galau yang entah tergolong spesies apa. Kemarin aku mencoba menghubungi nomor telponnya namun sudah tidak aktif. Ada dimana dirimu sekarang mbah?

Seorang ahli mekatronika ini adalah salah satu orang yang nasehatnya masih aku hayati sampai detik ini. Suatu hari dia pernah berpesan kepadaku melalui sebuah SMS “Dipake seneng wae. Ojo ngeluh yo Nduk!!” yang disarikan dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah dipakai senang saja. Jangan mengeluh ya Nduk. (Nduk adalah panggilan untuk anak perempuan dalam bahasa Jawa). Ya dulu aku pernah diskusi dengan nya tentang keluh-mengeluh.  Aku sadar, dulu aku adalah manusia super duper pengeluh. Dikit dikit juga bilang Aduh. Mungkin belum mampu memahami realita (memangnya sekarang sudah?!). Dia juga yang mengajarkanku untuk selalu mensyukuri apapun yang terjadi. Jika sudah bisa mensyukuri nikmat Tuhan, pasti hati bisa terasa damai. Gitu.

Aku dan David pernah belajar dalam kelas yang sama di kelas XI IPA 1 waktu itu. Seingatku David pernah mengikuti bimbel yang saat itu lagi booming dan termasuk highclass di sekolah. Dia dapet ilmu rumus-rumus canggih seperti the Queen, the meong, thekukur dan lain sebagainya untuk dengan cepat dan tepat menyelesaikan sebuah soal. Hebatnya David adalah ketika ia mau membagi ilmunya dengan teman-teman yang lain yang tidak mengikuti bimbel seperti dirinya contohnya aku. Senyum ikhlas dan girang nya lah yang ia tunjukkan ketika ia mampu menyelesaikan soal dengan tepat. Dasar David Si Otak jenius..

Begitu banyak kenangan lucu bin absurd diantara kami yang tentunya terlalu indah dan bikin geli untuk dikenang. David dan teman-teman the Scientist One juga lah yang menghantarkanku ketemu teman-temanku di Kebun Binatang Gembiraloka Jogjakarta. Haha. Iya baru segede gini aku nemuin mereka di bonbin (ketemu kamu monyet, Badak bercula satu, tapir dan se spesiesnya). Pijat Sarung, sulap tangan goyang, teka teki aneh, gombal-gombalan dan masih banyak lainnya yang tak mampu kuceritakan. (karena saking belibetnya)


Buat Profesor David kalo kalo kamu baca blogku. Dimanapun kamu berada saat ini, semoga sehat selalu dan penuh kebahagiaan dalam hidupmu. Salah satu kebahagiaanku adalah ketika aku tahu kamu bahagia kawan. Cie. Tetap jadi kakak yang hebat dan teladan buat adik-adikmu yaa. Lindungi bidadari-bidadari kecilmu. Makasih atas nasehatmu selama ini. Oh ya, Jika ada waktu hubungi aku ya..ehehehe. God Bless You Dapit.

Minggu, 18 Mei 2014

MRAN 2014

Malam Renungan AIDS Nusantara 2014 kembali digelar. Berbagai kegiatan diadakan oleh lembaga-lembaga, komunitas, organisasi-organisasi yang peduli terhadap ODHA. Tema yang diangkat untuk tahun ini adalah " Let's Keep The Light on HIV". Kalo diartikan mungkin artinya kurang lebih seperti ini "mari kita jaga cahaya terang untuk HIV". Dimana sebenarnya ada makna yang indah bahwa kita sebagai manusia makhluk sosial harus tetap berbaur, menyayangi dan menempatkan posisi mereka (para ODHA) dengan baik. Jangan pernah memandang sebelah mata. Toh juga mereka sama seperti kita, sama manusia. Hanya saja mereka mungkin lebih disayang Tuhan lewat penyakit yang dideritanya.

Mari kita luruskan pandangan kita tentang ODHA. ODHA tidak selamanya hanya mereka para pelaku free sex. Jaman sekarang ibu rumah tangga yang hanya bekerja didalam rumah pun juga bisa terkena HIV. Para tenaga kesehatan apalagi, sangat rawan tertular. Misal saat melakukan injeksi pada pasien dengan HIV positif dan terjadilah human error (tangan tenaga kesehatan tertusuk jarum bekas digunakan pasien dengan HIV positif).  Memang HIV adalah virus yang dapat ditularkan melalui hubungan sexsual. Akan tetapi bukan hanya sebatas itu. HIV juga bisa menular lewat jarum suntik yang tidak steril (para pengguna narkoba suntik yang menggunakan speut bergantian), cairan ASI, cairan darah (melalui tranfusi darah), sperma dan cairan vagina. Nah HIV ini tidak bisa menular melalui berjabat tangan, menggunakan alat makan dan minum bersama dengan ODHA, penggunaan fasilitas umum secara bersama (telpon umum, WC dan kolam renang) dan HIV & AIDS itu sendiri belum ditemukan obatnya hingga saat ini. Dikarenakan virus HIV itu menyerang sistem kekebalan tubuh manusia (sel darah putih) padahal setiap individu memiliki karakteristik sistem imun yang berbeda. So, sampai sekarang masih dilakukan penelitian-penelitian untuk menakhlukkan HIV & AIIDS.
Untuk itu mari kita amalkan kata kata ini " mencegah lebih baik dan mudah daripada mengobati". Untuk mencegah penularan HIV kita bisa menerapkan rumus ABCDE yaitu Abstinance (tidak melakukan hubungan seksual; bagi yang belum menikah), Be faithful (setia pada pasangan; tidak bergonta ganti pasangan), Condom (menggunakan kondom saat elakukan hubungan sex), Dont use Drugs (Tidak mengkonsumsi narkoba), Edukasi ( memberikan edukasi kepada orang lain tentang HIV &AIDS sehingga semakin banyak orang yang tahu, setidaknya agar mereka bisa menjaga diri agar tidak tertular HIV).

Well, Let's Keep The Light on HIV.
HINDARI VIRUSNYA SAYANGI ODHA NYA.!
Jadilah generasi muda yang sehat dan berprestasi !

Jumat, 09 Mei 2014

Salah Masuk

Pernah enggak kalian lihat seseorang dengan ciri-ciri sama  yang dimiliki teman kita namun sebenarnya dia bukan teman kita. Nah, itulah yang beberapa waktu yang lalu aku alami. Sore itu aku memasuki Laboratorium KIA. Sedikit terlambat karena hal sepele seperti biasa kunci loker yang enggak bersahabat. Bersama tiga orang temanku, aku menapakkan kaki diruangan itu. Aku ada dibarisan terdepan. Masuk dan langsung saja masuk tanpa menengok kanan kiri dengan efek percaya diri. Kulihat seorang perempuan yang ciri-cirinya sama dengan temanku  menuju bilik lima, bilik yang berada diujung ruangan dan cukup jauh dari pintu masuk. Yang kujadikan patokan tentang dia adalah jilbab yang dipakai dan postur tubuhnya dari belakang.  Ku ikuti saja langkahnya karena aku terlalu tergesa dan panik dengan keterlambatanku. Langkahku mantap berada dibelakangnya.

Sssst sst. Aku berjalan perlahan setengah  berhenti di depan bilik lima. Bisa jadi kepalaku sudah masuk pada bilik itu. Kugunakan mata ayamku dengan maksimal. Kulihat didalamnya ada sosok perempuan-perempuan berbeda dari biasanya. “Mereka bukan teman satu kelompokku!” batinku. Kulihat ada dosen yang sedang mengajar disana, lagi lagi aku berpikir “ Itu bukan dosen yang seharusnya mengajarku jam ini!!”. Sebagian dari perempuan itu menatapku tajam. Lantas?

Segera kubalikkan badanku menatap menuju pintu masuk. Kedua temanku masih berdiri disana. Saat mata kami bertemu, mereka meninggalkan tatapanku dan berkata “Disini tempatnya Ulfa!!” sambil masuk kebilik sepuluh yang tempatnya tepat berada disamping kanan pintu masuk. HlLaaah. Segera aku berjalan cepat menyusulnya. Aku duduk dan bergabung dengan teman lainnya, sementara dosen telah memulai membimbing praktikumnya. Aku segera menyesuaikan diri. Sungguh, gelinya menahan ketawa geli berbanding lurus dengan menahan keluarnya suara kentut.

PS: Pakaian seragam mahasiswa AKBID itu sama. Apalagi dalam satu kampus yang sama, pastilah sama dari mulai bahan pakaian yang digunakan dan desainnya sekalipun. Yang dapat dijadikan pembeda adalah  masing-masing postur tubuh ataupun body language seseorang itu sendiri.

Senin, 05 Mei 2014

HYMNE IBI

Hari ini tanggal 5 Mei 2014 bertepatan dengan Hari Bidan Sedunia. Kemarin sabtu tanggal 3 Mei 2014, kampusku ngadain acara "Celebrate the International Day of Midwife 2014" di 0 km Kota Jogja. Acaranya seru abiiizzz. Sekarang aku mau posting lirik hymne IBI ( Ikatan Bidan Indonesia ) aja ya. Untuk calon bidan, mulailah dari sekarang untuk menghafalkan Hymne IBI. Agar suatu saat nanti ketika kita sudah menjadi bagian keluarga IBI, kita lebih mudah mengikuti. 
Selamat menikmati. ehehe


HYMNE IBI

Setiap waktu ku berjuang
Untuk kemanusiaan
Itulah semua tugasku dan
Tak menegenal waktu
Berat terasa ringan
Tugas seorang Bidan
Ku tak ingin tanda jasa
Semua hanya ikhlas adanya
Ikatan Bidan Indonesia
Berasas Pancasila
Seluruh jiwa dan ragaku
Demi bahagia seluruh bangsaku


PS: Happy International Day of Midwife 2014. :)

Kamis, 17 April 2014

Jalan Hidup

Jalan demi jalan menghubungkan kita dari satu tempat ke tempat lainnya. Dari satu aktivitas ke aktivitas berikutnya. Setiap jalan memiliki karakter yang berbeda. dari jalan yang lurus, berbelok-belok, bercabang,  menanjak, jalan yang menurun curam, berlubang, berbatu bahkan berlumpur.

Sebagai pengguna jalan, kita memiliki sikap masing-masing dalam menghadapi setiap jalan yang kita lalui. Misal ketika kita melewati sepanjang jalan yang lurus, mulus, tak berlubang, tak berlumpur. Betapa kita begitu menikmati dan memujinya. Kita berada dalam zona nyaman. Zona dimana kita bisa bersantai dan tak acuh dengan pengguna jalan yang lain saat diperjalanan. Mungkin kita berfikir hanya kecil resiko yang dapat terjadi bahkan tidak ada. Namun sebetulnya, nyaman dan santai itulah yang melenakan. Misal semua pengguna jalan berfikir pada hal yang sama. Apa yang akan terjadi dijalan yang lurus, mulus dan tak berlubang itu? Resiko itu tetap ada.

Sebaliknya, ketika kita melewati jalan yang berliku, berbatu, dan begelombang. Tidak jarang kita mengeluh dan memaki. Merasa risih dan tidak nyaman. Namun sesungguhnya, lubang lubang dijalan itu sebagai alarm semesta. Bahwasannya kita harus siaga dan tidak boleh lengah ketika dalam perjalanan. Lubang-lubang itu memberi peringatan bahwa didepan sana masih ada lubang-lubang yang menanti kita. Sehingga ketika kita menjumpai lubang-lubang selanjutnya kita bisa dengan baik menghadapi dan menaklukkannya.

Hal ini analoginya dengan kehidupan manusia di bumi ini. Bahwa dalam perjalanan hidup manusia tidaklah sama antar individu satu dengan individu yang lainnya. Perjalanan hidup manusia tidak lah selalu mulus dan atau tidak selalu bergelombang penuh ujian. Ketika manusia dalam zona nyaman jangan pernah lengah, karena Allah memberi ujian kepada hambanya dengan bentuk kebaikan dan juga dengan suatu yang buruk. Jangan pernah berhenti bersyukur, ketika dalam zona yang nyaman, tetaplah peduli dan jangan bakhil.

Sama halnya ketika manusia sedang berada pada jalan yang terjal. Bahwasannya Allah telah memberinya ujian dan menyiapkannya pada sesuatu yang lebih baik. Ujian yang ringan terkadang menjerumuskan manusia ke zona lebih buruk dari zona yang sedang dijalaninya. Padahal Allah hanya memberi ujian yang ringan dan ketika manusia lulus dalam ujian itu, Pasti ia akan lebih siap dan lebih baik dalam menaklukkan ujian yang mungkin lebih berat pada masa yang akan datang.

Tetaplah bersyukur dengan apa yang kita miliki hari ini. Lihatlah keatas untuk sebuah motivasi dan perjuangan. Lihatlah kebawah agar kita mampu mensyukuri apa yang telah kita miliki.

Kamis, 10 April 2014

Secuil Fakta tentang Pemilu

Hallo, common ca va? Semoga pada sae-sae aja. Kalo aku sekarang lagi bengek nih. Suaraku jadi ngembang, guede gitu. Berasa kemana mana bawa microfon. Ingat microfon bukan microwave.. You know?
Olala, habis pada nyoblos kan ye?
Gimana udah lega dan puas dengan hasilnya?
Btw, engga pada golput kan? atau malah golhit? engga juga kan? musrik tauk.
Tau kan kalo pemuda itu harus berwarna ? OKe..

Cerita tentang pemilu kemarin. Aku udah dapet hak pilih loh. Udah bisa nyoblos di TPU eh TPS maksudnya. iya, seneng sih. Sebagai warga negara yang baik, kita harus ikut menggunakan hak pilih kita kan. Nyoblos siapa kemarin hayo? itu privasi masing-masing sih. Aku sih nyoblos kumisnya.hoho

Pengalaman pertama jadi peserta pemilu kemarin aku juga dapat amanah buat jadi relawan/ saksi DPD Dapil Jogja dari kubunya pak M.Afnan Hadikusumo. Beliau adalah putra terbaik Muhammadiyah. Gitu.
Seharian aku jadi mengamati apa yang terjadi di TPS di dekat rumahku. Dari mulai para peserta pemilu pada datang menuju KPPS 1 buat menyerahkan undangan dan registrasi hingga mencelupkan salah satu jarinya ke tinta biru sebagai tanda bahwa mereka sudah menggunakan hak pilihnya. Yuhuuu.

Dari hasil pengamatanku selama 13 jam, aku menemukan beberapa fakta:
1. Saat waktu pemilu tiba, disini kita bisa menemukan atau melihat anak-anak yang berbakti kepada orang tuanya. Misal gini, seorang lansia dia datang ke TPS bersama anaknya. Anaknya dengan sabar menuntunnya menuju satu per satu meja KPPS, ke bilik suara (bantu nyoblos dan melipat kembali surat suaranya), sampai proses akhirnya nyelupin salah satu jarinya ke tinta. Yups. Jika bukan anak yang solih, mungkin orang tuanya akan dibiarkan golput begitu saja. Subhanallah. keren ya.
2. Ada satu caleg yang lucu. Lucu aja sih, segitu absurdnya. Jadi gini, kemarin itu ada simbah simbah yang sedang duduk di dekat TPS, terus calegnya bilang "mbah, jangan lupa lho. coblos aku ya?" yang bahasa gaulnya gini "mbah, ojo lali lho! nyoblos aku!" dengan sigapnya simbah itu jawab " iyo iyo, sing abang to?" haha.. mbah mbah..
3. Ada peserta pemilu yang ngeyel dan mengeluh. Engga mau kalo jarinya dicelupin ke tinta. Hampir mau kabur gitu dianya. Engga habis pikir, kenapa sih harus engga mau? kan jarinya cuma kena tinta. Toh juga cuma sedikit. Kalaupun dicuci pakai sabun juga udah hilang. Buktinya aku, barusan aku liat dijari kelingkingku juga udah hilang. Huh. Sampai sampai beliaunya bilang "biar apa to? kan engga juga kalo mau nyoblos lagi!!" kalo bahasa gaol nya gini "Ben ngopo to? Lak yo ora nyoblos meneh!!". Beliaunya bilang dengan ketus sambil berlalu gitu aja. Gedebuk gedebuk gedebuk.
4. Lagi. Pemilu sebagai ajang silaturahmi. Aku menemukan banyak KPPS yang baik dan sabar. Apalagi ayahnya seniorku. Aku bertemu beliau disana. Beliau super sabar dan bisa ngertiin aku banget. Cie.. biasa aja sih.. #aku masih normal
etc.

Tarik nafas panjang. Tahan. Buang. Buang nafasnya aja men! jangan buang muka!
Jadi gitu deh tentang pemilu story versi Upil..
Semoga Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang amanah dan dapat menjadi teladan bagi rakyat nya.

Selasa, 01 April 2014

Musim Potong Rambut

Sore sore gini aku udah istirahat nih dirumah. Pulang dari kampus lebih awal karena jadwal praktikum yang engga terlalu padat. Istirahat bukan berarti bebas dari tugas kuliah. Tugas masih setia sama aku di meja belajar.

Sudah ber jam jam aku duduk di depan meja belajarku. Aku beranjak ke pintu untuk melemaskan otot dan tulangku (emang tulang bisa lemas?). Kutemukan adikku Rizqi mondar mandir didepan pintu. Aku liat dia sekilas, aku syok berat men. Rupanya dia baru potong rambut gitu jadi ala ala Dora. Warnanya tetep item tulen. Karena adekku bukan LKMD (Londo Kok Mung Ndase).hehe. Padahal tadi pagi aku yakin banget masih liat dia dengan rambut panjangnya se punggung. Engga sepanjang itu ding. Mendekati itu. Iya segitu.

Jadi dirumah lagi ada demam potong rambut gitu. Diawali umiku yang pulang dari Solo dengan rambut yang udah dipotong mirip mirip Astrid gitu deh..haha. So, de Rizqi jadi tertarik buat potong rambut, walaupun hasilnya jadi mirip sama Dora. Sebentar lagi adekku Iqbal dan bapak juga pasti akan terbawa arus itu. Yah, kita tunggu saja.

Kembali ke de Rizqi. Dengan tampang engga percaya, aku tanya ke dia " Dek kamu potong rambut? Kapan? " tanyaku dengan mata melotot hampir mau lepas tapi aku tahan dan aku masukin lagi.

Dengan sigap dan berlalu menjauh dariku, dia menjawab dengan singkat "Kemarin!!"

Hening.

Kamis, 27 Maret 2014

Ulang Tahun ke 18


Kemarin kemarinnya kemarin, aku dapet kejutan dari temen-temenku. Ceritanya sih kejutan buat ulang tahunku dan kedua orang temanku, Riri dan Siska. Gitu. Dibulan maret ini diantara sembilan sekawan ada tiga orang yang ulang tahun yaitu Riri ditanggal 16 dengan umurnya yang ke 19, Aku di tanggal 18 (paling muda nih, 18 tahun men) dan Siska baru tanggal 21 kemarin (ultah ke 19 eh apa 29? Hehe). Sedangkan kejutan yang mereka berikan udah lewat dari hari ulang tahun kami bertiga, jauh. Jauh kelewatnya. Kami tidak mempersalahkannya. Karena itu sangat lazim bagi mahasiswi super sibuk seperti kami (ngek, alasan mungkin). Ini adalah kebahagiaan kita semua. Kesuksesan buat temen-temen yang lain ( yang engga ulang tahun) buat menyiapkan acara ini. Selamat, kalian berhasil membuat kami terkejut. 

Dooor!!!


Jadi gini ceritanya.

Sejak kemarin aku dipaksa buat ikut main ke Rumah Astri setelah jam kuliah usai. Di iming iningi permen dan se spesiesnya gitu. Jadwal kemarin memang engga terlalu padat. Masih ada waktu sekitar dua jam sebelum batas maksimal kuliah selesai. Dari pagi aku disms lagi, agar aku bisa ikut acaranya dirumah Astri. Sempet bingung sih, mau ngapain disana? Kok tiba-tiba mereka buat acara kumpul-kumpul ndadakan gini. Setelah dibujuk akhirnya aku bilang “Iya. Insyaallah”. Hari itu pas banget aku lagi PMS. Tau sendirikan kalau lagi PMS gimana. Moody banget. Apalagi dikelas juga adanya lagu galau semua. Semakin mendukung buat badanku jadi panas dingin. Aku putuskan buat aku keluar kelas dan duduk didepan lift dan berkicau di facebook sembari nunggu dosen datang.

ting tung ...

Akhirnya dosenpun datang dengan waktu terlambat 30 menit. Aku kuliah dengan serius sehingga aku juga ikut membantai teman-temanku yang sedang ada jadwal presentasi makalah hari itu. Waktu yang dinanti tiba. Kita menuju ke rumah Astri. Walaupun aku dipaksa, buktinya aku yang paling semangat dan ada dibarisan terdepan saat menuggangi sepeda motor.. wush wush.. dan tibalah dirumah Astri. Seperti biasa, kasur empuk didepan TV melambai-lambai. Andai dia bisa bicara, pasti dia akan berkata “Tiduri Aku!!”.
 
Aku, Siska dan Riri bingung (Tapi engga sampai jongkok). What must we do now?

“katanya mau beli siomay. Buruan beli keburu sore nih” kata Siska manja.

“nanti dulu. Istirahat dulu to” kata mbak Pu3. (ini bagian dari rencana mereka untuk mengulur-ulur waktu)

Hingga akhirnya Astri kelihatan mondar mandir keluar masuk kaya setrika panas, nyosor sana nyosor sini. Mbak pu3 ijin solat dan Halimah merenung di kamar mandi sambil bawa gadget merahnya. Sedang teman yang lain yang setahu kami terlambat datang katanya masih otw, karena Ifah mengalami diare di kamar mandi kampus. “Maaf, aku lagi diare! Di kampus!” katanya lewat sms kepada Halimah. (Hoeeek. Dia sms sambil jongkok merenung dipojokan. Oh Tuhan. Jangan dibayangkan!). Sementara Aku, Riri dan Siska asyik nonton TV, duduk-tiduran-guling-guling-ketawa-ketiwi. Hehe


Tiba tiba dari ujung pintu masuklah seonggok perempuan beserta perabotnya yang ternyata mereka adalah Ifah, Wulan, Astri dan de Tika (Sepupu Astri) dengan membawa sekotak kue dan lima bungkus kado sambil nyanyi lagu medley “Happy Birthday” yang menurutku itu amat sangat garing. Maaf lho ya. Mungkin mereka ragu. Mau nyanyi engga ya? Kalo nyanyi ini kan udah lewat. Kalau egga ini kan kejutan ulang tahun. Gitu kan? aku bisa nebakkan? Walaupun aku bukan peramal loh. Tapi bakal dilamar loh (engga ada hubungannya).

Mereka berjalan mendekat. Mata kami pun bertemu. Lama. Nempel. Engga mau copot. hehe. Kami (aku, Riri, Siska) mlongo dengan posisi yang engga enak banget. Badan kami menghadap barat sedangkan muka kami menghadap Timur (aku nulisnya bingung nih, kepalaku sampe muter-muter hafalin arah mata angin).
 

So??
Iya bener. Kalian tau banget. Kami shock (bukan berarti pembuluh darah kami tersumbat. Bukan!). Engga nyangka aja bakal dikasih kejutan seperti ini. Kan udah lewat harinya. Kami pikir ya sudah lewat aja. Engga ada kejutan bagi kami. Tidak ada kejutan atau acara seperti ini pun bukan jadi masalah diantara kami. Yang terpenting dan teristimewa adalah  tetap adanya kalian teman-temanku diantara kita semua. Bisa tertawa dan berbagi bersama. Bersyukur kepada Allah, ketika karena NYA telah mendatangkan kalian dengan kejutan untuk ulang tahun kami. Lengkap ada kalian semua untuk bersama memang harapan kami. Namun ketika satu atau dua tidak terlihat batang hidungnya, kami bertanya-tanya. Itu adalah hal yang wajar. Aku paham. Skala prioritas harus tetap digunakan. Lakukan apa yang telah menjadi keputusanmu dan utama bagimu. Yang lebih penting dan inti dari semua ini adalah doa. Kuharap doamu tetap hadir ditempat itu kawan. Semoga.


Kami memohon ampun dan memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberi barakah dan manfaat dalam menjalani hidup ini untuk lebih baik. Kita bersama tiup lilin dan potong kue. Sekali lagi, walaupun hari ulang tahun yang sebenernya udah lewat nih. Tapi simbol dan ritual ini harus dilakukan..ckckck.. Makasih nih. (big hug)


Bismillahirahmanirrahim...
         Tiup lilin. >> efuuuuuuuh.. zzzzz
  

Seperti biasa kalo udah tiup lilin akan dilanjutkan potong kue. Sebelumnya lilin yang ada di kue dicabutin dulu pastikan hingga bersih. Alih-alih Siska pengen ambil foto kuenya. Dan lilin-lilin yang udah dicabutin tadi, kembali ditanam lagi. Teman itu memang aneh. (Semoga subur _-_ )


                                                           Three in one’s power



 
 
  1 2 3 4 5 (ada 5 kotak ya)

Kembali ke topik kado. Kalian tahu jumlah kadonya ada 5 biji. Sedangkan yang ulang tahun Cuma bertiga.  Begini cara pembagiannya. Dua untuk Riri. Dua untuk Siska. Berapa untuk Aku? Sisanya berapa itung sendiri. Iya sisanya itu buat aku! Dengan nada melas aku bertanya. Kenapa aku cuma dapat satu? Kecil pula? Udah aku nerima aja. Daripada diminta lagi kadonya. hihi
Rupanya dari satu dan kecil itu ada hadiah yang sangat besar. Nah loo. Ketika dibuka bersama. Isinya ada yang sama loh. Sama dengan yang dapat dua kotak. Apa itu? Coba tebak aja.
 
Kado yang sangat indah. Maaf, Aku akui. Aku cengeng hari itu. Cengengnya karena terharu dan senang. Saat kubuka ternyata didalamnya berisi .. .. ..

Jreng jreng. . .

Dua buah buku karya penulis muda yang gokil bin absurd, seorang sutradara sekaligus produser yang embem itu. Dia adalah Raditya Dika. Idola akuh sejak aku tau dia (ya iyalah). Alhamdulillah, It’s a happines gift for me. Akhirnya yang aku mau ada didepan mata. Mereka tahu apa yang aku suka.
 
“Kamu seneng banget kan sama Raditya Dika. Makanya kami kasih itu. Kamu belum punya kan?” Kata mbak pu3 yang puas liat aku girang.
Tuing tuing (katanya suka, tapi engga punya koleksi bukunya). Eh sekarang jadi udah punya kan :D

“Besok tanggal 8 Mei kan mau nonton filmya Marmut Merah Jambu nih di bioskop. Sekarang kamu bisa baca bukunya dulu tuh Ulfa” Kata Riri menenangkan.

“Besok kita nonton bareng ya??” Kata Astri sambil senyum meyakinkan.

Seneng deh. Akhirnya.
“Bang Radit, gue udah punya temen nih buat nonton film Marmut Merah Jambu.Cie”

Untuk kado buat Riri dan Siska, biar mereka sendiri deh yang cerita. Atau biar kalian penasaran aja..hehe

O iya, mereka juga buat shorttime film buat kami bertiga. Lucu sih. Jadi ilustrasinya gini. Ada foto Bang Radit ngucapin ulang tahun gitu buat kami bertiga. Jadi aku merasa dapat ucapan dari bang Radit. Gitu. hehe.. Buat orang lain, mungkin ini sim to the ple, simple sih. Tapi menurutku idenya itu gokil. Buatnya juga pake niat dan perjuangan. Kalo engga ada niat yang tulus, pastilah tidak ada itu semua. Aku menghargai itu. Maturnuwun to the banget.
 

Dalam film singkat itu termuat kalimat:
Dear Bestfriend, please stay in my life forever because you’re one of the best things to ever happen to me. Love, me".

Insyaallah. Semoga ukhuwah ini tetap terjaga, dikuatkan dan dikekalkan hingga di surga Allah kelak. Amin.
  
Untuk semua teman, kawan dan sahabatku dimanapun kalian berada (Asti, Thea, Riana, Arum, Endah, Danang, Edwin, mb Isna, dan semuanya yang engga bisa aku sebut satu demi satu, karena bakal buat tulisan ini lebih panjang). Saudara dan keluarga besarku tercinta. Terimakasih atas perhatian dan kebaikan kalian kepada diriku. Aku menyayangi kalian semua.
Specially, thankyou so much for Mbak Putri (paling tua karena dipanggil mbak), Astri, Halimah, Ifah, Wulan, Desi serta juga Riri dan Siska yang ulang tahunnya bareng atas segalanya (kue,kado dan segala tetek bengeknya). Semoga Allah membalas jasa, amal kebaikan kalian. Aku menyayangi kalian semua.

Terimakasih yang multi spesial untuk umi dan bapak, selama 18 tahun ini sudah menemani langkahku, melindungi, menyayangi dan senantiasa menuntunku kepada kebaikan. Untuk bapak yang tidak pernah bosan mengingatkanku untuk “Jangan lupa makan dan minum air putih yang banyak”. Umi yang selalu memantauku dari jauh, selalu mengingatkanku dan menjadi tempatku mengadu dan meraung raung.hehe.  Semoga Allah memberi balasan yang berkali lipat kebaikan, sehat selalu dan dimudahkan dalam ber-ibadah. Terimakasih atas doa dan bekal hidup yang telah umi dan bapak berikan untukku.

Untuk adikku tersayang, Iqbal dan Rizqi, terimakasih juga. De Iqbal yang udah menyempatkan diri ngucapin via facebook “Selamat ulang tahun mbak. Semoga enggak galak lagi sama aku.hehe”. (ini adalah permintaan dan doa anak cowok yang masih polos). Iya, asal kamu engga  ngeyel kalo dibilangin. Aku  akui memang aku terlalu keras dan posesif sama adik-adikku. Itu karena aku sayang kalian adek. Mungkin hanya caranya yang masih salah. Yah, semoga aku bisa lebih baik dan lebih sabar menghadapi kalian.


 
Maturnuwun. 
-Big hug-