Kemarin kemarinnya kemarin, aku dapet kejutan dari temen-temenku.
Ceritanya sih kejutan buat ulang tahunku dan kedua orang temanku, Riri dan
Siska. Gitu. Dibulan maret ini diantara sembilan sekawan ada tiga orang yang
ulang tahun yaitu Riri ditanggal 16 dengan umurnya yang ke 19, Aku di tanggal
18 (paling muda nih, 18 tahun men) dan Siska baru tanggal 21 kemarin (ultah ke
19 eh apa 29? Hehe). Sedangkan kejutan yang mereka berikan udah lewat dari hari
ulang tahun kami bertiga, jauh. Jauh kelewatnya. Kami tidak mempersalahkannya.
Karena itu sangat lazim bagi mahasiswi super sibuk seperti kami (ngek, alasan mungkin). Ini adalah kebahagiaan kita semua. Kesuksesan buat temen-temen yang lain ( yang
engga ulang tahun) buat menyiapkan acara ini. Selamat, kalian berhasil membuat
kami terkejut.
Dooor!!!
Jadi gini ceritanya.
Sejak kemarin aku dipaksa buat ikut main ke Rumah Astri
setelah jam kuliah usai. Di iming iningi permen dan se spesiesnya gitu. Jadwal kemarin memang engga terlalu padat. Masih ada waktu sekitar
dua jam sebelum batas maksimal kuliah selesai. Dari pagi aku disms lagi, agar aku
bisa ikut acaranya dirumah Astri. Sempet bingung sih, mau ngapain disana? Kok tiba-tiba
mereka buat acara kumpul-kumpul ndadakan
gini. Setelah dibujuk akhirnya aku bilang “Iya. Insyaallah”. Hari itu pas
banget aku lagi PMS. Tau sendirikan kalau lagi PMS gimana. Moody banget. Apalagi dikelas juga adanya lagu galau semua. Semakin
mendukung buat badanku jadi panas dingin. Aku putuskan buat aku keluar kelas
dan duduk didepan lift dan berkicau di facebook sembari nunggu dosen datang.
ting tung ...
Akhirnya
dosenpun datang dengan waktu terlambat 30 menit. Aku kuliah dengan serius sehingga aku juga ikut membantai teman-temanku yang sedang ada
jadwal presentasi makalah hari itu. Waktu yang dinanti tiba. Kita menuju ke rumah Astri. Walaupun aku
dipaksa, buktinya aku yang paling semangat dan ada dibarisan terdepan saat
menuggangi sepeda motor.. wush wush.. dan tibalah dirumah Astri. Seperti biasa, kasur empuk didepan TV melambai-lambai.
Andai dia bisa bicara, pasti dia akan berkata “Tiduri Aku!!”.
Aku, Siska dan Riri bingung (Tapi engga sampai
jongkok). What must we do now?
“katanya mau beli siomay. Buruan beli keburu
sore nih” kata Siska manja.
“nanti dulu. Istirahat dulu to” kata mbak Pu3.
(ini bagian dari rencana mereka untuk mengulur-ulur waktu)
Hingga akhirnya Astri kelihatan mondar mandir keluar
masuk kaya setrika panas, nyosor sana nyosor sini. Mbak pu3 ijin solat dan
Halimah merenung di kamar mandi sambil bawa gadget merahnya. Sedang teman yang
lain yang setahu kami terlambat datang katanya masih otw, karena Ifah mengalami diare di kamar mandi kampus. “Maaf, aku lagi diare! Di kampus!” katanya lewat sms
kepada Halimah. (Hoeeek. Dia sms sambil jongkok merenung dipojokan. Oh Tuhan.
Jangan dibayangkan!). Sementara Aku, Riri dan Siska asyik nonton TV,
duduk-tiduran-guling-guling-ketawa-ketiwi. Hehe
Tiba tiba dari ujung pintu masuklah seonggok
perempuan beserta perabotnya yang ternyata mereka adalah Ifah, Wulan, Astri dan
de Tika (Sepupu Astri) dengan membawa sekotak kue dan lima bungkus kado sambil
nyanyi lagu medley “Happy Birthday”
yang menurutku itu amat sangat garing. Maaf lho ya. Mungkin mereka ragu. Mau
nyanyi engga ya? Kalo nyanyi ini kan udah lewat. Kalau egga ini kan kejutan
ulang tahun. Gitu kan? aku bisa nebakkan? Walaupun aku bukan peramal loh. Tapi bakal dilamar loh (engga ada hubungannya).
Mereka berjalan mendekat. Mata kami pun
bertemu. Lama. Nempel. Engga mau copot. hehe. Kami (aku, Riri, Siska) mlongo
dengan posisi yang engga enak banget. Badan kami menghadap barat sedangkan muka
kami menghadap Timur (aku nulisnya bingung nih, kepalaku sampe muter-muter
hafalin arah mata angin).
So??
Iya bener. Kalian tau banget. Kami shock
(bukan berarti pembuluh darah kami tersumbat. Bukan!). Engga nyangka aja bakal
dikasih kejutan seperti ini. Kan udah lewat harinya. Kami pikir ya sudah lewat
aja. Engga ada kejutan bagi kami. Tidak ada kejutan atau acara seperti ini pun
bukan jadi masalah diantara kami. Yang terpenting dan teristimewa adalah tetap adanya kalian teman-temanku diantara
kita semua. Bisa tertawa dan berbagi bersama. Bersyukur kepada Allah, ketika
karena NYA telah mendatangkan kalian dengan kejutan untuk ulang tahun kami.
Lengkap ada kalian semua untuk bersama memang harapan kami. Namun ketika satu
atau dua tidak terlihat batang hidungnya, kami bertanya-tanya. Itu adalah hal
yang wajar. Aku paham. Skala prioritas harus tetap digunakan. Lakukan apa yang
telah menjadi keputusanmu dan
utama bagimu. Yang lebih penting dan inti dari semua ini adalah doa.
Kuharap doamu tetap hadir ditempat itu kawan. Semoga.
Kami memohon ampun dan memanjatkan doa kepada
Allah SWT agar diberi barakah dan manfaat dalam menjalani hidup ini untuk lebih
baik. Kita bersama tiup lilin dan potong kue. Sekali lagi, walaupun hari ulang
tahun yang sebenernya udah lewat nih. Tapi simbol dan ritual ini harus
dilakukan..ckckck.. Makasih nih. (big hug)
Bismillahirahmanirrahim...
Tiup lilin. >> efuuuuuuuh.. zzzzz
Seperti biasa kalo udah tiup lilin akan
dilanjutkan potong kue. Sebelumnya lilin yang ada di kue dicabutin dulu
pastikan hingga bersih. Alih-alih Siska pengen ambil foto kuenya. Dan
lilin-lilin yang udah dicabutin tadi, kembali ditanam lagi. Teman itu memang aneh. (Semoga subur _-_ )
1 2 3 4 5 (ada 5 kotak ya)
Kembali ke topik
kado. Kalian tahu jumlah kadonya ada 5 biji. Sedangkan yang ulang tahun Cuma
bertiga. Begini cara pembagiannya. Dua untuk Riri. Dua untuk Siska. Berapa untuk Aku? Sisanya berapa itung sendiri. Iya sisanya itu buat aku! Dengan nada melas aku bertanya. “Kenapa aku cuma dapat satu? Kecil pula?” Udah aku
nerima aja. Daripada diminta lagi kadonya.
hihi
Rupanya dari
satu dan kecil itu ada hadiah yang sangat besar.
Nah loo. Ketika dibuka
bersama. Isinya ada yang sama loh. Sama
dengan yang dapat dua kotak. Apa itu? Coba tebak aja.
Kado yang sangat
indah. Maaf, Aku akui. Aku cengeng hari itu. Cengengnya karena terharu dan
senang. Saat kubuka ternyata didalamnya berisi ..
.. ..
Jreng jreng. . .
Dua buah buku
karya penulis muda yang gokil bin absurd,
seorang sutradara sekaligus produser yang embem itu. Dia adalah Raditya Dika. Idola akuh
sejak aku tau dia (ya iyalah). Alhamdulillah, It’s a happines gift for me.
Akhirnya yang aku mau ada didepan mata. Mereka tahu apa yang
aku suka.
“Kamu seneng
banget kan sama Raditya Dika. Makanya kami kasih itu. Kamu belum punya kan?”
Kata mbak pu3 yang puas liat aku girang.
Tuing tuing
(katanya suka, tapi engga punya koleksi bukunya). Eh sekarang jadi udah punya
kan :D
“Besok tanggal
8 Mei kan mau nonton filmya Marmut Merah Jambu nih di bioskop. Sekarang kamu
bisa baca bukunya dulu tuh Ulfa” Kata Riri
menenangkan.
“Besok kita
nonton bareng ya??” Kata Astri sambil senyum meyakinkan.
Seneng deh. Akhirnya.
“Bang Radit,
gue udah punya temen nih buat nonton film Marmut Merah Jambu.Cie”
Untuk kado buat
Riri dan Siska, biar mereka sendiri deh yang cerita. Atau biar kalian penasaran
aja..hehe
O iya, mereka
juga buat shorttime film buat kami bertiga. Lucu sih. Jadi ilustrasinya gini.
Ada foto Bang Radit ngucapin ulang tahun gitu buat kami bertiga. Jadi aku
merasa dapat ucapan dari bang Radit. Gitu. hehe.. Buat orang lain, mungkin ini
sim to the ple, simple sih. Tapi menurutku idenya
itu gokil. Buatnya juga pake niat dan perjuangan. Kalo engga ada niat yang
tulus, pastilah tidak ada itu semua. Aku menghargai itu. Maturnuwun to the
banget.
Dalam film
singkat itu termuat kalimat:
“ Dear
Bestfriend, please stay in my life forever because you’re one of the best
things to ever happen to me. Love, me".
Insyaallah.
Semoga ukhuwah ini tetap terjaga, dikuatkan dan dikekalkan hingga di surga
Allah kelak. Amin.
Untuk semua teman, kawan dan sahabatku
dimanapun kalian berada (Asti, Thea, Riana, Arum, Endah, Danang, Edwin, mb
Isna, dan semuanya yang engga bisa aku sebut satu demi satu, karena bakal buat
tulisan ini lebih panjang). Saudara dan keluarga besarku tercinta. Terimakasih
atas perhatian dan kebaikan kalian kepada diriku. Aku menyayangi kalian semua.
Specially, thankyou so
much for Mbak Putri (paling tua karena dipanggil mbak), Astri, Halimah, Ifah,
Wulan, Desi serta juga Riri dan Siska yang ulang tahunnya bareng atas segalanya
(kue,kado dan segala tetek bengeknya). Semoga Allah membalas jasa, amal
kebaikan kalian. Aku menyayangi kalian semua.
Terimakasih yang multi
spesial untuk umi dan bapak, selama 18 tahun ini sudah menemani langkahku,
melindungi, menyayangi dan senantiasa menuntunku kepada kebaikan. Untuk bapak
yang tidak pernah bosan mengingatkanku untuk “Jangan lupa makan dan minum air
putih yang banyak”. Umi yang selalu memantauku dari jauh, selalu mengingatkanku
dan menjadi tempatku mengadu dan meraung raung.hehe. Semoga Allah memberi balasan yang berkali lipat
kebaikan, sehat selalu dan dimudahkan dalam ber-ibadah. Terimakasih atas doa
dan bekal hidup yang telah umi dan bapak berikan untukku.
Untuk adikku
tersayang, Iqbal dan Rizqi, terimakasih juga. De Iqbal yang udah
menyempatkan diri ngucapin via facebook “Selamat ulang tahun mbak. Semoga enggak
galak lagi sama aku.hehe”. (ini adalah permintaan dan doa anak cowok yang masih polos). Iya,
asal kamu engga ngeyel kalo dibilangin.
Aku akui memang aku terlalu keras dan
posesif sama adik-adikku. Itu karena aku sayang kalian adek. Mungkin hanya
caranya yang masih salah. Yah, semoga aku bisa lebih baik dan lebih sabar
menghadapi kalian.
Maturnuwun.
-Big hug-