Assalamualaikum ...
Selamat datang di Bulan Juni. Bulan yang kita nantikan saat kita berada di bulan Mei dan bulan sebelumnya. Saat menanti pasti merasa bosan dan merasa lama ya. Akan tetapi kesetiaanlah yang menghantarkan kita tiba di bulan ini. Insyaallah Bulan Ramadhan, bulan yang suci dan penuh berkah akan tiba di bulan ini pula pada tanggal 27 Juni 2014 mendatang. Sudah siapkah kita?
Baiklah. Semoga hari-hari kalian penuh manfaat dan berbahagia bersama orang-orang yang dicintai. Selamat berjumpa dengan Ramadhan.
Kali ini aku mau berbagi kisah beberapa insan yang saling menanti dengan ditemani sosok kesetiaan. Maaf, kisah ini bukan tentang seorang perempuan yang menunggu kekasihnya yang datang. Melainkan lebih dahsyat daripada itu. Kemarin aku rikhlah bersama 6 orang sahabatku. Kami mengagendakan acara ini sudah cukup lama dengan rentetan diskusi yang sangat panjang. Akhinya pada hari Minggu kemarinlah kita bisa kembali bertatap muka. Pukul 07.30 tepat kita bertemu di rumah Danang (rencana awal. Akhirnya?).
Kisah penantian kami dimulai sejak ini ...
Aku masih prepare (baca: mandi) dirumah tuaku, Thea datang. Thea menungguku ditemani umiku tercinta. Sesudahnya, kami (aku dan Thea) berbincang-bincang sambil menunggu datangnya Riana. Lama, cukup lama. Akhirnya Riana datang. Kami bertiga menuju rumah Danang yang setau kami disana sudah ada Asti, Kikik, Edwin dan pemilik rumah. Namun saat kami tiba hanya terlihat Danang dan Kikik semata. Dimanakah Asti dan Edwin? Rupanya Asti menuju kerumahku karena ia malu menunggu dirumah Danang dengan hanya seorang diri. Sedangkan Edwin masih ada acara, entah acara apa. Kami menunggu. Beberapa menit kemudian Asti datang dan kami pergi meninggalkan rumah Danang. Berhenti di sebuah pendopo di tepi jalan. Aku membeli batu baterai bersama Asti. Kami menemui mereka kembali. Rupanya mereka bersepakat menunggu Edwin. Katanya suatu kelompok tidak akan jalan tanpa adanya seorang pemimpin. Dan Edwinlah pemimpinnya. Kami menunggu bersama orang gila yang senyum senyum sendiri melihat kami. Aduh mama sayangeee.. Orang gile saja ketawa saat melihat kami.
Beberapa ribu detik kemudian, seorang pemimpin itu datang. Dan jujur yang membuat kami tersenyum geli, saat Edwin datang dan seolah membuka konferensi. Kami belum menentukan dengan pasti, kemana kita akan pergi. Kami debat. Galau. Debat lagi. Dan akhirnya Riana ijin pergi ke ATM. Kami menaiki kendaraan perlahan meninggalkan dan menunggu Riana. Sambil berlalu kami memikirkan kemana tujuan kami. Sampai akhirnya berhentilah kami disebuah pertigaan untuk kami menunggu Riana saja sambil menitipkan kendaraan milik salah satu diantara kami. Eh Edwin rupanya tidak tahu dan nyelonong melaju jauh. Kami menghubungi dia untuk kembali ke lokasi untuk menunggu Riana. Lama. Edwin datang dan dimanakah Riana? Lebih dari lama. Sampai-sampai kita dihampiri oleh dua orang polisi secara bergantian yang sedang melakukan Oprasi Simpatik.. Kami diintrogasi tentang siapa kami, mau kemana, apa yang dilakukan dan lain sebagainya. Ya walaupun salah satu polisinya tersebut adalah tetangga desaku yang tentunya samar-samar ingatnya denganku. Saking samarnya beliau bertanya dengan sangat halus "Sakmenika ngasta ten pundi?" yang artinya "Sekarang kerja dimana?" Yah padahal kan aku masih SMP. Kami tertawa geli. Segitunya kah aku dimata Pak Polisi.
Riana tak kunjung datang. Hingga tibalah ada sms yang diterima Asti. Kami shock berat. Ternyata Riana sudah berada di lebih dari 8 km didepan kami. Sementara itu Edwin menuju lokasi dimana Riana mengambil fulus di ATM. Yah kami menunggu, menunggu dan menunggu lagi. Menunggu dua orang yang berlawanan arah.
Singkat cerita, kami menemukan seonggok Riana didepan sebuah toko kain seorang diri dengan kondisi nyengir dan masih tetap dengan lemaknya..ehehe. Dari tempat itulah kami memantapkan tujuan kami di Candi Ratu Boko. Tarraaa..
Welcome to Boko Temple
Sungguh banyak hal yang tidak bisa aku ceritakan semua disini. Terlalu panjang dan berbelit nantinya. ya kan? (sebenarnya banyak cerita yang absurd yang kita alami). Kami memuaskan diri untuk menikmati alam yang segar. Sekedar narsis mengabadikan momentum bersama. Aku tahu kita manusia mempunyai daya memori yang dahsyat. Sekali lagi kita manusia, yang juga sering dilanda lupa terlebih dengan suatu hal yang sederhana.
Di hari kemarin kami juga menjumpai seorang gadis bernama Juni (nama disamarkan) yang cerdas, cantik hanya saja nasibnya belum beruntung. Gadis itu mendekati kami dan duduk disampingku tepat. Kami berhasil bercakap-cakap dengannya walaupun sangat singkat. Kalo ditarik benang merahnya, ia (Juni) dipaksa oleh orang tuanya untuk mencari botol-botol bekas dan menawarkan payung dilokasi wisata itu. Ia pernah diancam oleh orang tuanya dan tidak diberikan kasih sayang yang sewajarnya. Ia mampu bercerita dengan santai dan terbuka dengan kami. Ia juga membantu kami untuk mengambil gambar foto kami saat duduk dikursi taman. Satu yang mebuatku menyesal adalah aku lupa tidak memberikan sesuatu untuk ia. Insyaallah jika suatu saat nanti aku dipertemukan dengannya lagi akan ku tunaikan niatku yang tertunda ini. Semoga suatu hari nanti engkau (Juni) menjadi wanita yang beruntung dan dapat lepas dari jerat onak pilu yang membelenggumu seperti saat ini. Amin.
Hasil jepretan Juni
Closing..
Setelah kami menjengung adik-adik pramuka SMA yang sedang mengadakan KETUPAT disana juga, kami pulang meninggalkan lokasi. Menujulah kita ke kampus Riana untuk sekedar mencari makan dan solat disana. Sekarang aku jadi tahu bahwa Kikik adalah lelaki yang takut terhadap sambal. Untuk yang terakhir, lagi-lagi Riana memisahkan diri dari kami saat diperjalanan. Adduh mama sayangeeeee. Badan nak besar tapi suka menyelempit menyelempit kamu nak. Olala..haha.
ehem.
Alhamdulillah kita telah melewati hari ini dengan sepenuh hati. Akhirnya penantian kita berbuah bahagia, bersama. Canda tawa dan keheningan kita rasakan bersama. Satu persatu menghilang-datang-menghilang, saling menunggu untuk kebersamaan, berpisah-bertemu dan akhirnya sekarang kita harus berpisah lagi. Kesetiaan yang menemani langkah kita hari ini. Semoga Allah senantiasa meridhoi langkah kita dan mempertemukan kita kembali dengan keadaan yang lebih baik.
Terimakasih teruntuk sahabatku Mas Edwin Prasetya Nugraha/Bripda Eddie (pemimpin genk solat yang freak), Mas Danang Baskara (salam buat pacarmu, para mesin-mesin cantik), Mas Kikik/Yoga Utama (yang suka bikin cemburu dan menggalaukan wanita..hehe), Mbak Thea Miftakhur Rahmah (thanks banget udah rela ambil cuti), Mbak Riana Mangayu (yang sering memisah dijalanan), Mbak Asti Muninggar (semangat UAS nya ya, kan udah bermain bersama kita)
Terimakasih anggota Genk Ngaji-Genk Solat. Saling mendoakan ya. Sukses kuliahnya, Sukses kerjanya. Keep Hamasah.
Behind the scene
| ketemu wali kelas SMA ni :D |
| cie ngapain ni ye? |
| Bagian dari Menunggu |