Jumat, 12 Agustus 2016

Ku Ikhlaskan Rinduku

Untukmu seseorang yang aku rindukan. Aku menulis kisah ini dalam panjangnya penantian bersama getarnya rindu yang tertahan. Aku ingin mencoba meluapkan tentang rasa yang begitu saja ada bersama hadirmu sejak pertama. Untukmu seseorang yang aku rindukan, sedang apa dirimu? Dimana kamu sekarang? Aku berusaha untuk tidak lagi bertanya  kapan dirimu pulang. Aku mengerti setiap kepergianmu untuk berjuang, bersama itu pula dirimu tidak tahu kapan akan kembali. Karena medan perang adalah hidup atau mati. Jangan kau salah artikan, diamku kepadamu bukan berarti tidak rindu melainkan lebih dahsyat dari itu. Aku hanya ingin dirimu diberikan kemudahan dalam menyelesaikan tugas. Sungguh, aku tidak ingin sedikitpun mengganggu dirimu. Maafkan diriku hanya bisa berusaha untuk menyimpan semua rasa yang telah ada. Aku ingin rinduku senantiasa kau rindukan dalam wajah teduhmu. Untukmu seseorang yang aku rindukan, ijinkan aku menyebut namamu dalam setiap doaku agar Tuhan segera mengobati pedihnya goresan luka rindu ini dengan bertemu. Tuhan, ku ikhlaskan rinduku.