Halo. Semangat pagi semua.
Apa kabar? Udah pada makan siang
belum? Udah solat Jumat juga kan? Tadi udah bener pakai sarungnya? Hehe. Kalo
belum minta ajarin Bang Dzawin buat kasih tutorial sarung lagi. Sungguh yang
semalem penampilannya di show SUCI 4 keren abizzz.
Siang ini kuliah kosong. Biasa
dosennya main coret-coret jadwal. So aku jadi bernostalgia sejenak tentang masa
laluku. Cie masa lalu. Today I wanna be talk about my boy friend in last Senior High School. He is my boy friend not my boyfriend. You know?
Dahulu kala (kaya dongeng) aku
sekolah di SMA negri pada umumnya, sehingga aku bisa berteman dengan semua orang
baik perempuan dan laki-laki. My boy
friend’s name is David. Seorang laki-laki keren blasteran Singapura-Indonesia.
Tubuhnya kekar karena dia suka main futsal. Rambut kaki dan tangannya sangat lebat,
sampai suatu hari ada teman perempuanku yang nangis (baca:geli) gara-gara lihat
dia dengan bulu bulu lebatnya. Anak pertama dari empat bersaudara (kalo engga
salah.hehe). Orangnya baik abiz, usil pasti,cerdas dan cetar membahana.
Entah kenapa akhir-akhir ini aku
teringat padanya. Iya soalnya akhir-akhir ini juga aku baru dilanda perasaan
semacam galau yang entah tergolong spesies apa. Kemarin aku mencoba menghubungi
nomor telponnya namun sudah tidak aktif. Ada dimana dirimu sekarang mbah?
Seorang ahli mekatronika ini
adalah salah satu orang yang nasehatnya masih aku hayati sampai detik ini.
Suatu hari dia pernah berpesan kepadaku melalui sebuah SMS “Dipake seneng wae.
Ojo ngeluh yo Nduk!!” yang disarikan dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar
adalah dipakai senang saja. Jangan mengeluh ya Nduk. (Nduk adalah panggilan
untuk anak perempuan dalam bahasa Jawa). Ya dulu aku pernah diskusi dengan nya
tentang keluh-mengeluh. Aku sadar, dulu
aku adalah manusia super duper pengeluh. Dikit dikit juga bilang Aduh. Mungkin
belum mampu memahami realita (memangnya sekarang sudah?!). Dia juga yang
mengajarkanku untuk selalu mensyukuri apapun yang terjadi. Jika sudah bisa
mensyukuri nikmat Tuhan, pasti hati bisa terasa damai. Gitu.
Aku dan David pernah belajar
dalam kelas yang sama di kelas XI IPA 1 waktu itu. Seingatku David pernah
mengikuti bimbel yang saat itu lagi booming dan termasuk highclass di sekolah.
Dia dapet ilmu rumus-rumus canggih seperti the Queen, the meong, thekukur dan
lain sebagainya untuk dengan cepat dan tepat menyelesaikan sebuah soal.
Hebatnya David adalah ketika ia mau membagi ilmunya dengan teman-teman yang
lain yang tidak mengikuti bimbel seperti dirinya contohnya aku. Senyum ikhlas
dan girang nya lah yang ia tunjukkan ketika ia mampu menyelesaikan soal dengan
tepat. Dasar David Si Otak jenius..
Begitu banyak kenangan lucu bin
absurd diantara kami yang tentunya terlalu indah dan bikin geli untuk dikenang.
David dan teman-teman the Scientist One juga lah yang menghantarkanku ketemu
teman-temanku di Kebun Binatang Gembiraloka Jogjakarta. Haha. Iya baru segede
gini aku nemuin mereka di bonbin (ketemu kamu monyet, Badak bercula satu, tapir
dan se spesiesnya). Pijat Sarung, sulap tangan goyang, teka teki aneh,
gombal-gombalan dan masih banyak lainnya yang tak mampu kuceritakan. (karena
saking belibetnya)
Buat Profesor David kalo kalo kamu
baca blogku. Dimanapun kamu berada saat ini, semoga sehat selalu dan penuh
kebahagiaan dalam hidupmu. Salah satu kebahagiaanku adalah ketika aku tahu kamu
bahagia kawan. Cie. Tetap jadi kakak yang hebat dan teladan buat adik-adikmu yaa.
Lindungi bidadari-bidadari kecilmu. Makasih atas nasehatmu selama ini. Oh ya, Jika ada waktu
hubungi aku ya..ehehehe. God Bless You Dapit.