Jumat, 30 Mei 2014

Lelaki Blasteran Itu Adalah ...

Halo. Semangat pagi semua.
Apa kabar? Udah pada makan siang belum? Udah solat Jumat juga kan? Tadi udah bener pakai sarungnya? Hehe. Kalo belum minta ajarin Bang Dzawin buat kasih tutorial sarung lagi. Sungguh yang semalem penampilannya di show SUCI 4 keren abizzz.

Siang ini kuliah kosong. Biasa dosennya main coret-coret jadwal. So aku jadi bernostalgia sejenak tentang masa laluku. Cie masa lalu. Today I wanna be talk about my boy friend in last Senior High School. He is my boy friend not my boyfriend. You know?

Dahulu kala (kaya dongeng) aku sekolah di SMA negri pada umumnya, sehingga aku bisa berteman dengan semua orang baik perempuan dan laki-laki.  My boy friend’s name is David. Seorang laki-laki keren blasteran Singapura-Indonesia. Tubuhnya kekar karena dia suka main futsal. Rambut kaki dan tangannya sangat lebat, sampai suatu hari ada teman perempuanku yang nangis (baca:geli) gara-gara lihat dia dengan bulu bulu lebatnya. Anak pertama dari empat bersaudara (kalo engga salah.hehe). Orangnya baik abiz, usil pasti,cerdas dan cetar membahana.

Entah kenapa akhir-akhir ini aku teringat padanya. Iya soalnya akhir-akhir ini juga aku baru dilanda perasaan semacam galau yang entah tergolong spesies apa. Kemarin aku mencoba menghubungi nomor telponnya namun sudah tidak aktif. Ada dimana dirimu sekarang mbah?

Seorang ahli mekatronika ini adalah salah satu orang yang nasehatnya masih aku hayati sampai detik ini. Suatu hari dia pernah berpesan kepadaku melalui sebuah SMS “Dipake seneng wae. Ojo ngeluh yo Nduk!!” yang disarikan dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah dipakai senang saja. Jangan mengeluh ya Nduk. (Nduk adalah panggilan untuk anak perempuan dalam bahasa Jawa). Ya dulu aku pernah diskusi dengan nya tentang keluh-mengeluh.  Aku sadar, dulu aku adalah manusia super duper pengeluh. Dikit dikit juga bilang Aduh. Mungkin belum mampu memahami realita (memangnya sekarang sudah?!). Dia juga yang mengajarkanku untuk selalu mensyukuri apapun yang terjadi. Jika sudah bisa mensyukuri nikmat Tuhan, pasti hati bisa terasa damai. Gitu.

Aku dan David pernah belajar dalam kelas yang sama di kelas XI IPA 1 waktu itu. Seingatku David pernah mengikuti bimbel yang saat itu lagi booming dan termasuk highclass di sekolah. Dia dapet ilmu rumus-rumus canggih seperti the Queen, the meong, thekukur dan lain sebagainya untuk dengan cepat dan tepat menyelesaikan sebuah soal. Hebatnya David adalah ketika ia mau membagi ilmunya dengan teman-teman yang lain yang tidak mengikuti bimbel seperti dirinya contohnya aku. Senyum ikhlas dan girang nya lah yang ia tunjukkan ketika ia mampu menyelesaikan soal dengan tepat. Dasar David Si Otak jenius..

Begitu banyak kenangan lucu bin absurd diantara kami yang tentunya terlalu indah dan bikin geli untuk dikenang. David dan teman-teman the Scientist One juga lah yang menghantarkanku ketemu teman-temanku di Kebun Binatang Gembiraloka Jogjakarta. Haha. Iya baru segede gini aku nemuin mereka di bonbin (ketemu kamu monyet, Badak bercula satu, tapir dan se spesiesnya). Pijat Sarung, sulap tangan goyang, teka teki aneh, gombal-gombalan dan masih banyak lainnya yang tak mampu kuceritakan. (karena saking belibetnya)


Buat Profesor David kalo kalo kamu baca blogku. Dimanapun kamu berada saat ini, semoga sehat selalu dan penuh kebahagiaan dalam hidupmu. Salah satu kebahagiaanku adalah ketika aku tahu kamu bahagia kawan. Cie. Tetap jadi kakak yang hebat dan teladan buat adik-adikmu yaa. Lindungi bidadari-bidadari kecilmu. Makasih atas nasehatmu selama ini. Oh ya, Jika ada waktu hubungi aku ya..ehehehe. God Bless You Dapit.

Minggu, 18 Mei 2014

MRAN 2014

Malam Renungan AIDS Nusantara 2014 kembali digelar. Berbagai kegiatan diadakan oleh lembaga-lembaga, komunitas, organisasi-organisasi yang peduli terhadap ODHA. Tema yang diangkat untuk tahun ini adalah " Let's Keep The Light on HIV". Kalo diartikan mungkin artinya kurang lebih seperti ini "mari kita jaga cahaya terang untuk HIV". Dimana sebenarnya ada makna yang indah bahwa kita sebagai manusia makhluk sosial harus tetap berbaur, menyayangi dan menempatkan posisi mereka (para ODHA) dengan baik. Jangan pernah memandang sebelah mata. Toh juga mereka sama seperti kita, sama manusia. Hanya saja mereka mungkin lebih disayang Tuhan lewat penyakit yang dideritanya.

Mari kita luruskan pandangan kita tentang ODHA. ODHA tidak selamanya hanya mereka para pelaku free sex. Jaman sekarang ibu rumah tangga yang hanya bekerja didalam rumah pun juga bisa terkena HIV. Para tenaga kesehatan apalagi, sangat rawan tertular. Misal saat melakukan injeksi pada pasien dengan HIV positif dan terjadilah human error (tangan tenaga kesehatan tertusuk jarum bekas digunakan pasien dengan HIV positif).  Memang HIV adalah virus yang dapat ditularkan melalui hubungan sexsual. Akan tetapi bukan hanya sebatas itu. HIV juga bisa menular lewat jarum suntik yang tidak steril (para pengguna narkoba suntik yang menggunakan speut bergantian), cairan ASI, cairan darah (melalui tranfusi darah), sperma dan cairan vagina. Nah HIV ini tidak bisa menular melalui berjabat tangan, menggunakan alat makan dan minum bersama dengan ODHA, penggunaan fasilitas umum secara bersama (telpon umum, WC dan kolam renang) dan HIV & AIDS itu sendiri belum ditemukan obatnya hingga saat ini. Dikarenakan virus HIV itu menyerang sistem kekebalan tubuh manusia (sel darah putih) padahal setiap individu memiliki karakteristik sistem imun yang berbeda. So, sampai sekarang masih dilakukan penelitian-penelitian untuk menakhlukkan HIV & AIIDS.
Untuk itu mari kita amalkan kata kata ini " mencegah lebih baik dan mudah daripada mengobati". Untuk mencegah penularan HIV kita bisa menerapkan rumus ABCDE yaitu Abstinance (tidak melakukan hubungan seksual; bagi yang belum menikah), Be faithful (setia pada pasangan; tidak bergonta ganti pasangan), Condom (menggunakan kondom saat elakukan hubungan sex), Dont use Drugs (Tidak mengkonsumsi narkoba), Edukasi ( memberikan edukasi kepada orang lain tentang HIV &AIDS sehingga semakin banyak orang yang tahu, setidaknya agar mereka bisa menjaga diri agar tidak tertular HIV).

Well, Let's Keep The Light on HIV.
HINDARI VIRUSNYA SAYANGI ODHA NYA.!
Jadilah generasi muda yang sehat dan berprestasi !

Jumat, 09 Mei 2014

Salah Masuk

Pernah enggak kalian lihat seseorang dengan ciri-ciri sama  yang dimiliki teman kita namun sebenarnya dia bukan teman kita. Nah, itulah yang beberapa waktu yang lalu aku alami. Sore itu aku memasuki Laboratorium KIA. Sedikit terlambat karena hal sepele seperti biasa kunci loker yang enggak bersahabat. Bersama tiga orang temanku, aku menapakkan kaki diruangan itu. Aku ada dibarisan terdepan. Masuk dan langsung saja masuk tanpa menengok kanan kiri dengan efek percaya diri. Kulihat seorang perempuan yang ciri-cirinya sama dengan temanku  menuju bilik lima, bilik yang berada diujung ruangan dan cukup jauh dari pintu masuk. Yang kujadikan patokan tentang dia adalah jilbab yang dipakai dan postur tubuhnya dari belakang.  Ku ikuti saja langkahnya karena aku terlalu tergesa dan panik dengan keterlambatanku. Langkahku mantap berada dibelakangnya.

Sssst sst. Aku berjalan perlahan setengah  berhenti di depan bilik lima. Bisa jadi kepalaku sudah masuk pada bilik itu. Kugunakan mata ayamku dengan maksimal. Kulihat didalamnya ada sosok perempuan-perempuan berbeda dari biasanya. “Mereka bukan teman satu kelompokku!” batinku. Kulihat ada dosen yang sedang mengajar disana, lagi lagi aku berpikir “ Itu bukan dosen yang seharusnya mengajarku jam ini!!”. Sebagian dari perempuan itu menatapku tajam. Lantas?

Segera kubalikkan badanku menatap menuju pintu masuk. Kedua temanku masih berdiri disana. Saat mata kami bertemu, mereka meninggalkan tatapanku dan berkata “Disini tempatnya Ulfa!!” sambil masuk kebilik sepuluh yang tempatnya tepat berada disamping kanan pintu masuk. HlLaaah. Segera aku berjalan cepat menyusulnya. Aku duduk dan bergabung dengan teman lainnya, sementara dosen telah memulai membimbing praktikumnya. Aku segera menyesuaikan diri. Sungguh, gelinya menahan ketawa geli berbanding lurus dengan menahan keluarnya suara kentut.

PS: Pakaian seragam mahasiswa AKBID itu sama. Apalagi dalam satu kampus yang sama, pastilah sama dari mulai bahan pakaian yang digunakan dan desainnya sekalipun. Yang dapat dijadikan pembeda adalah  masing-masing postur tubuh ataupun body language seseorang itu sendiri.

Senin, 05 Mei 2014

HYMNE IBI

Hari ini tanggal 5 Mei 2014 bertepatan dengan Hari Bidan Sedunia. Kemarin sabtu tanggal 3 Mei 2014, kampusku ngadain acara "Celebrate the International Day of Midwife 2014" di 0 km Kota Jogja. Acaranya seru abiiizzz. Sekarang aku mau posting lirik hymne IBI ( Ikatan Bidan Indonesia ) aja ya. Untuk calon bidan, mulailah dari sekarang untuk menghafalkan Hymne IBI. Agar suatu saat nanti ketika kita sudah menjadi bagian keluarga IBI, kita lebih mudah mengikuti. 
Selamat menikmati. ehehe


HYMNE IBI

Setiap waktu ku berjuang
Untuk kemanusiaan
Itulah semua tugasku dan
Tak menegenal waktu
Berat terasa ringan
Tugas seorang Bidan
Ku tak ingin tanda jasa
Semua hanya ikhlas adanya
Ikatan Bidan Indonesia
Berasas Pancasila
Seluruh jiwa dan ragaku
Demi bahagia seluruh bangsaku


PS: Happy International Day of Midwife 2014. :)