Jalan demi jalan menghubungkan kita dari satu tempat ke tempat lainnya. Dari satu aktivitas ke aktivitas berikutnya. Setiap jalan memiliki karakter yang berbeda. dari jalan yang lurus, berbelok-belok, bercabang, menanjak, jalan yang menurun curam, berlubang, berbatu bahkan berlumpur.
Sebagai pengguna jalan, kita memiliki sikap masing-masing dalam menghadapi setiap jalan yang kita lalui. Misal ketika kita melewati sepanjang jalan yang lurus, mulus, tak berlubang, tak berlumpur. Betapa kita begitu menikmati dan memujinya. Kita berada dalam zona nyaman. Zona dimana kita bisa bersantai dan tak acuh dengan pengguna jalan yang lain saat diperjalanan. Mungkin kita berfikir hanya kecil resiko yang dapat terjadi bahkan tidak ada. Namun sebetulnya, nyaman dan santai itulah yang melenakan. Misal semua pengguna jalan berfikir pada hal yang sama. Apa yang akan terjadi dijalan yang lurus, mulus dan tak berlubang itu? Resiko itu tetap ada.
Sebaliknya, ketika kita melewati jalan yang berliku, berbatu, dan begelombang. Tidak jarang kita mengeluh dan memaki. Merasa risih dan tidak nyaman. Namun sesungguhnya, lubang lubang dijalan itu sebagai alarm semesta. Bahwasannya kita harus siaga dan tidak boleh lengah ketika dalam perjalanan. Lubang-lubang itu memberi peringatan bahwa didepan sana masih ada lubang-lubang yang menanti kita. Sehingga ketika kita menjumpai lubang-lubang selanjutnya kita bisa dengan baik menghadapi dan menaklukkannya.
Hal ini analoginya dengan kehidupan manusia di bumi ini. Bahwa dalam perjalanan hidup manusia tidaklah sama antar individu satu dengan individu yang lainnya. Perjalanan hidup manusia tidak lah selalu mulus dan atau tidak selalu bergelombang penuh ujian. Ketika manusia dalam zona nyaman jangan pernah lengah, karena Allah memberi ujian kepada hambanya dengan bentuk kebaikan dan juga dengan suatu yang buruk. Jangan pernah berhenti bersyukur, ketika dalam zona yang nyaman, tetaplah peduli dan jangan bakhil.
Sama halnya ketika manusia sedang berada pada jalan yang terjal. Bahwasannya Allah telah memberinya ujian dan menyiapkannya pada sesuatu yang lebih baik. Ujian yang ringan terkadang menjerumuskan manusia ke zona lebih buruk dari zona yang sedang dijalaninya. Padahal Allah hanya memberi ujian yang ringan dan ketika manusia lulus dalam ujian itu, Pasti ia akan lebih siap dan lebih baik dalam menaklukkan ujian yang mungkin lebih berat pada masa yang akan datang.
Tetaplah bersyukur dengan apa yang kita miliki hari ini. Lihatlah keatas untuk sebuah motivasi dan perjuangan. Lihatlah kebawah agar kita mampu mensyukuri apa yang telah kita miliki.