Jumat, 20 April 2012

Sepotong Episode


Siang ini, setelah keadaanku membaik dari sakit, setelah selesai menjalani proses CT SCAN akibat benturan 5 bulan yang lalu. Seusainya teman-temanku pulang dari rumahku untuk mengerjakan beberapa tugas sekolah. Kusempatkan diriku untuk membuka facebook sambil duduk dikursi depan rumah ditemani adik kecilku. Kubuka beranda, kulihat banyak status baru dari teman-temanku. Aku tertarik dengan salah satu status seorang ikhwan yang pasti aku kenali. Klik suka, pada statusnya. Kubuka profile berandanya. Disitu aku dapat mengetahui aktivitas terbarunya. Bahwasannya tanggal 13 April kemarin, beliau telah memperbarui kota tempat tinggalnya. Aku mulai risau. Berfikir dia telah kembali ke tanah kelahirannya. Dari aktivitasnya difb, aku dapat mengetahui dan ternyata benar dia telah pulang ke tanah kelahirannya. Entah kenapa hati ini merasa kehilangan atas kepergiannya. Yang selama ini kita sudah tidak pernah menyapa lagi, tidak lagi bersua dan tidak online dalam waktu yang sama. Kukira hanya sementara karena kesibukan masing-masing. But, tiba-tiba beliau pergi meninggalkan kota ini. Air mata ini tak henti-hentinya menetes. Mungkin bisa dibilang lebay. Namun, inilah yang sebenarnya terjadi. Tetesan Air mata murni dari hati. Padahal, beliau bukan siapa-siapaku, kami tidak pernah terikat oleh suatu apapun kecuali ikatan ukhwah islam yang memang semua muslim, seluruh makluk  pribumi keturunan Adam juga terikat dalam ikatan itu.
Pertama mengenal beliau, disebuah surau SMA, beliau mengisi acara disekolahku. Aku begitu terinspirasi olehnya. Badannya yang tinggi tegap layaknya seorang polisi, tenang, ramah, baik hati, bijaksana dan fashionable kalo kata teman-temanku. Dulu setelah acara itu usai, disekolah kami memang sering membicarakan beliau.
Dimataku, beliau adalah seorang ikhwan yang sholih, yang ramah, suka memberi nasehat kepadaku, memberikan semangat-semangat yang luar biasa menurutku.
Dia adalah motivatorku yang hebat, karena beliau aku semakin semangat menjalani kehidupanku. Ketika dulu masih berkomunikasi dengan beliau, kami sering berbagi melalui fb, beliau sering memberikan nasehat, memberi motivasi, mengingatkan aku jika keliru, dan luar biasa karena efek semangat dari beliau  juga aku bisa masuk peringkat 10 besar. Andaikan beliau tau, ini semua karena beliau.  Ketika aku bisa berkomunikasi dengan beliau, hati ini merasa senang sehingga menjadi semangat menjalani aktivitas. Aku begitu merasakan dorongan semangat saat bisa berbagi dengan beliau walaupun sebenarnya kami tidak pernah bertemu setelah acara itu. Dan ya hanya melalui via fb kami berkomunikasi.
Kini, kita telah dipisahkan dua pulau yang berbeda saling mengejar  cita. Beliau melanjutkan perjalanan dikota sebrang setelah bertahun-tahun singgah dikota ini. Banyak cerita dan kenangan yang beliau tinggalkan untuk kawan-kawan disini.
Mungkinkah ini bisa merupakan tanda-tanda yang aku rasakan bahwa beliau akan pergi dari kota ini. Memang akhir-akhir ini aku sering didatangi seseorang yang wajahnya mirip dengan beliau. Ketika aku pergi dijogja pada waktu yang sama dengan keberangkatan beliau, aku bertemu polisi yang wajahnya hampir sama dengan beliau, polisi itu  tersenyum. Waktu aku dijalan, aku seperti melihat beliau menunggangi sepeda motor dengan kawannya.
Subhanallah.. .
Abang kan belum jadi belajar bahasa jawa bersamaku dan belum jadi mengisi acara disekolahku lagi, tapi kenapa abang sudah keburu pergi?

abang, aku yakin selama ini engkau tidak mengira seperti ini. Tidak mengira bahwa engkau begitu berharga dan berpengaruh dikehidupanku. Ya, kita memang sebatas kawan, kawan yang baru satu kali bertemu. Ehm, Tapi rasa dihati ini, begitu berbeda. Engkau layaknya seperti seorang kakak yang selalu disampingku, senantiasa memberikan nasehat, memberikan semangat dan memberikan solusi. Walaupun engkau pergi tanpa pamit, karena aku yakin dimatamu aku hanya seorang adik kecil biasa yang tidak penting dihidupmu. Aku hanya ingin bisa berteman dengan abang saja, bisa berbagi cerita saling mengingatkan untuk kebenaran.
Terimakasih bang atas kebaikan abang selama ini, atas motivasi, semangat, dan doa-doamu.
Aku mohon maaf, apabila selama ini aku kenal dengan abang mempunyai banyak kesalahan entah melalui ucapan ataupun perbuatan. Dan mungkin jika abang mempunyai kesalahan kepada saya, insyaalloh dengan ikhlas saya maafkan.
Aku disini akan tetap terus semangat meski abang tidak lagi bersua untuk aku. Mewujudkan cita dan cinta, meraih prestasi seperti saat engkau masih disini.
Seperti pesan abang dulu, “saling mendoakan ya Ulfa”.
Pasti bang.
 Selamat melanjutkan perjuangan dakwah dan tetap berkarya disana. Mewujudkan cita dan cinta yang nyata. Semoga abang disana senantiasa diberikan kesehatan, diberikan kemudahan, petunjuk dalam berjuang, dijauhkan dari keburukan, panjang umur, senantiasa dalam lindungan Allah SWT.
Satu harapanku kita bisa berjumpa lagi dengan keadaan yang terbaik. Jika tidak didunia, di surga, surga yang abadi.


Kunyanyikan untukmu//
sebuah kisah masa lalu hadir di benakku
saat kulihat surau itu
menyibak lembaran masa yang indah
bersama sahabatku

sepotong episode masa lalu aku
episode sejarah yang membuatku kini
merasakan bahagia dalam diin-Mu
merubah arahan langkah di hidupku

setiap sudut surau itu menyimpan kisah
kadang kurindu cerita yang
tak pernah hilang kenangan
bersama mencari cahayamu


Sabtu, 07 April 2012

Rindu untuk Kakakku

                                                                                                                                Untuk kakakku terkasih
Assalamualaykum kakakku sayang. ..
Bagaimana kabarmu hari ini?
Semoga kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan selalu menyertaimu. .
Dan semoga engkau juga masih terjaga dalam ingatanmu tentang adik kecilmu ini.

Kakakku yang menyayangi keluarga..
Adik rindu sapaanmu.
Adik rindu  senyummu.
Adik rindu nasehatmu.
Adik rindu kata-kata semangat darimu.
Dan adik rindu pelukan hangatmu.

Kakakku yang lembut hatinya.
Pernahkah aku ada dalam ingatanmu, bagaimana aku kini?
Mungkinkah kakak mengira bahwa adik kini telah tumbuh dewasa,
sehingga tidak lagi membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kakak.??
Sudah tidak lagi pantas untuk bercanda atau sekedar bermain dengan kakak??
Sekedar menyapa lewat udara??
Seandainya kakak  mengetahui perasaan kecil adikmu ini,
adik disini masih membutuhkan seorang kakak,
masih  membutuhkan kasih sayang dan rindu akan kebersamaan dengan kakak.
Apakah kakak sadar akan semua ini?


Tapi adik tau kakak, adik paham tentang kakak disana.
Kakak sangat disibukkan dengan tugasnya.
Tapi apakah tidak ada sedikit saja waktu untuk adik?
Sekedar basa basi menanyakan kabar, sedikit perhatian walau sebenarnya acuh.
Tapi, mungkin diam itu yang terbaik???
Sehingga adik pun,
Untuk menanyakan kabar kakak saja, adik tak sampai.
Ada rasa takut yang selalu melanda yang akan adik lakukan untuk menghubungi kakak.
Terbayang mengganggu kakak, dan menjadikan kakak lebih meng-acuhkan adik.

Kakakku yang istimewa.
Mewujudkan keinginan untuk bertemu kakak membutuhkan waktu yang saaaaangaaat panjang.
Harus belajar berbulan- bulan, mengeluh berkali-kali, menangis disetiap kesepian, bermimpi disetiap malam, dan senantiasa belajar akan kesabaran disepanjang penantian.

Kakakku, andai saja ketika Tuhan mentakdirkan kita untuk bertemu.
Sambutan pelukan hangatpun belum mampu mengobati rasa rindu ini.
Adik membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk melepaskan butir-butir kerinduan ini.
Setidaknya waktu yang sama lamanya dengan penantian adik selama ini.
Waktu yang cukup untuk berbagi cerita, tertawa usil, melakukan penganiayaan-penganiayaan kecil,  yang setidaknya bisa menghangatkan hati dan mengembalikan kasih sayang yang pernah hilang.

Kakak ku.
Air mata ini telah banyak menetes karenamu.
Karena tumpukan kerinduan yang panjang.
Haus akan sapaan, pelukan dan kasih sayang.


Kakakku yang kusayang.
Do’a yang tulus selalu untukmu.
Semoga kesehatan dan keselamatan selalu menyertaimu.
Dan semoga Allah, lekas membukakan pintu hatimu untuk adikmu.
Percayalah, adik disini menyayangimu.
Dengan setia dan sabar menanti waktu.
Menanti waktu untuk kita bisa bersama kembali seperti dulu.


                                                                                                                                Yang merindukanmu,

Senin, 02 April 2012

Sabtu, 31 Maret 2012

-->
Hari yang padat dengan penuh aktivitas sebagai anak sekolah. Mulai dari ngerjain tugas proposal untuk kegiatan seminar Kespro, minta tanda tangan mondar mandir kaya setrika, Rapat Osis, rencana rapat TO untuk lomba mewarnai tingkat kabupaten, sampe latihan silat dan baru pulang menjelang magrib. Banyak sebenarnya yang indah dan perlu digaris bawai.
Salah satunya, berkumpulnya teman-teman R**** saat menanti kedatangan tamu yang akan membimbing rapat TO untuk lomba mewarnai. Namun kedatangan beliau, ditunda entah dengan alasan apa, kami belum tahu. Dimusola  ada aku, Riana, Thea, dan seorang laki* namanya Edwin. . Nama disamarkan nggak ya? Nggak deh. .
Ya, kebetulan kami semua adalah sama2 aktivis organisasi R****. Kami teman* perempuan sangat dekatlah, dan dengan si laki* satu itu bisa dibilang cukup dekat dan akrab soalnya ya sering jail2an, ngata2in, gombal2an, halah ya sedikit nggak penting. Tapi yang penting bisa ketawa dan saling mengibur. Tapi kadang si laki* satu itu bikin aku jengkel banget, tapi kadang malah bisa bikin gokil sampe bisa2nya buat aku nggak bisa tidur dan kebawa mimpi. .haahaa. .
Jreng .....jreng. .
Mana jrengnya?
Go. . .
Si Riana asik jepret2 saat aku lg ngobrul ma itu laki* yg tumben sok tau sambil buka2 my lepi, Nah si Riana nih kayanya mau bikin gosip lagi. Nah, si Thea asik nonton film dan pura2 nggak peduli dan pada akhirnya ikutan nyimbrung dan keroyokann. .haaha.
Mulai aku datang menghampiri thea dan riana dan Edwin menyusul dibelakangku dan duduk bersama. Membawakan snack dari rapat dan dimakan bersama. .waw waw.. .
Lalu, Edwin bongkar target2 Riana seperti pengen bisa renang, pengen kurus. .ahahaha
Seneng la pokonya hari ini, bisa ngobrul n kumpul2 gini ma temen2. .
Lagi asyik asyiknya. .
Naaaah, saat ini ni. Asti datang dari ruang Bimbingan. Eh si Edwin udh memperhatiin aja tu dan bilang ke kita. Ya udah pura2 wae jealous dan lebey.
 “ ya uwis, aku pulang wae, lha edwin malah menanti kedatangan Asti kok. Kan udah datang, sekarang aku pergi. Biar Asti ma Edwin. .hiks hiks ( dengan wajah memelas) 
“ weh ngapain ini, aku tetep sama kamu kok” kata Edwin sok teyong ke aku. .asyiiik. .
Hahaaha bikin ngakak lagi.
“ wah retio tak rekam ini tadi” kata Riana yang ingin mendokumentasikan semua percakapanku dengan Edwin. .
Emang sih, semenjak peringatan Maulid Nabi kemaren kami suka bercandaan tentang hal2 yang begituan. Yang pasti, semoga menjadi harapan kita semua, bahwa semoga aja nggak ada yang menganggap ini serius,, hanya untuk asyik2 aja, biar fun, dan semakin akrab dan tetap terjaga dalam ukhwah Islam.
Tapi buat kita berdua, dianggap serius aja yuk win? Biar yang lain pada gigit jari. . hahaha
Dan akhirnya aku jg pamit pulang, trus balik lagi dengan costume silat. Mereka masih asyik berbincang di serambi mushola. Trus aku mulai beranjak untuk latian silat, dan saat aku mau meninggalkan tempat itu. Aku malah denger si Edwin salah ngomong, mau manggil Riana tapi malah nyebut namaku. Aduh, mesti malu mas. .haahaha . . .
Dan kata Asti “ Salah ngomong bikin Cemungud”
Bener sih As, aku latihannya jadi serius bener. .
Bisa senyam senyum deh. .wkakakakakak
_afwan ya mas Edwin P, mbak Riana, Mbak Thea, Mbak Asti_