Hari itu pengalamanku yang pertama menyaksikan dokter obsgyn melakukan eksraksi vakum pada seorang pasien inpartu atas indikasi persalinan Kala II lama. Hari dimana aku benar-benar melihat seorang dokter memberikan inform choice kepada pasiennya, memilih melahirkan normal dengan dibantu EV atau secara sesar ( Sectio Caesarea). Dengan penjelasan yang panjang dan diskusi yang cukup pelik, dari bahan alat yang digunakan sampai efek samping pada bayinya semua dijelaskan oleh dokter. Sebenarnya EV ini hanya membantu saja untuk menarik bayi dari luar, tapi hal utama yang menentukan bayi lahir adalah kualitas meneran ibu. Percuma jika dilakukan EV jika ibu tidak dapat meneran dengan baik, EV dapat dinyatakan gagal apabila 3 kali dilakukan dan bayi belum dapat lahir. Akhirnya pasien tersebut bersedia untuk dilakukan tindakan EV. Suami dari pasien tersebut telah menandatangani inform concent.
Tidak ada daya dan kekuatan selain dari Allah.
Setelah dilakukan vakum untuk yang pertama, lahirlah seorang gadis kecil dengan berat 3300 gram dan panjang 50 cm. Semua penolong persalinan yang berada ditempat itupun bersyukur megucap Alhamdulillah. Selang beberapa menit, plasenta telah menyusul untuk lahir. Tibalah pada saatnya untuk heacting. Robekannya cukup lebar, hingga grade III. Dokterpun mulai melakukan heacting dan sesekali mengajak bicara pasien untuk mengalihkan perhatian terhadap rasa sakitnya. Pasienpun menanggapinya dengan antusias. Sampai tiba saatnya, sang ibu (pasien) mengatakan,"Dok, kenapa kebanyakan dokter kandungan itu laki-laki? Jika disini belum ada dokter kandungan perempuan, besok anak saya biar jadi dokternya". Kami semua mengaminkan.
Kemudian dokter pun menanggapi,"Karena tugas dokter kandungan itu berat lho bu. Makanya kebanyakan yang menjadi dokter kandungan adalah laki-laki. Karena lebih sering di rumah sakit daripada dirumah. Nanti yang ngurus anak-anak siapa dong bu?".
"Kan bisa dititipkan neneknya!"jawabnya..
"Besok kan yang ditanyakan, bagaimana kamu mendidik anak-anakmu bukan bagaimana ibumu mendidik anak-anakmu?" tegas dokter sambil tangannya dengan mahir memainkan benang dan jarum heacting.
Aku yang berada dibelakang dokter, hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepala. Super sekali dokter ini batinku. Semua menjadi hening. Heacting selesai. Hasilnya tentu memuaskan, rapi sekali dok.
Emm, fakta baru lagi nih.Seorang laki-laki yang baik tentu memilih wanita yang pandai mengurus dan mendidik anak-anaknya kelak ya, bukan wanita yang hanya pandai mengurus dirinya saja. Karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.Karir itu penting tapi keluarga lebih penting. Bukan begitu?
Terimakasih dr. M. Nur Adintyo Rahman, SpOG atas kesempatan dan ilmunya. Dokter memang hebat.
Nice!
Ini pengalaman pertamaku melihat tindakan EV dengan banyak hikmah yang bisa aku dapat. Bagaimana pengalaman kalian? Share dikolom komentar yaa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar