Sabtu, 07 April 2012

Rindu untuk Kakakku

                                                                                                                                Untuk kakakku terkasih
Assalamualaykum kakakku sayang. ..
Bagaimana kabarmu hari ini?
Semoga kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan selalu menyertaimu. .
Dan semoga engkau juga masih terjaga dalam ingatanmu tentang adik kecilmu ini.

Kakakku yang menyayangi keluarga..
Adik rindu sapaanmu.
Adik rindu  senyummu.
Adik rindu nasehatmu.
Adik rindu kata-kata semangat darimu.
Dan adik rindu pelukan hangatmu.

Kakakku yang lembut hatinya.
Pernahkah aku ada dalam ingatanmu, bagaimana aku kini?
Mungkinkah kakak mengira bahwa adik kini telah tumbuh dewasa,
sehingga tidak lagi membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kakak.??
Sudah tidak lagi pantas untuk bercanda atau sekedar bermain dengan kakak??
Sekedar menyapa lewat udara??
Seandainya kakak  mengetahui perasaan kecil adikmu ini,
adik disini masih membutuhkan seorang kakak,
masih  membutuhkan kasih sayang dan rindu akan kebersamaan dengan kakak.
Apakah kakak sadar akan semua ini?


Tapi adik tau kakak, adik paham tentang kakak disana.
Kakak sangat disibukkan dengan tugasnya.
Tapi apakah tidak ada sedikit saja waktu untuk adik?
Sekedar basa basi menanyakan kabar, sedikit perhatian walau sebenarnya acuh.
Tapi, mungkin diam itu yang terbaik???
Sehingga adik pun,
Untuk menanyakan kabar kakak saja, adik tak sampai.
Ada rasa takut yang selalu melanda yang akan adik lakukan untuk menghubungi kakak.
Terbayang mengganggu kakak, dan menjadikan kakak lebih meng-acuhkan adik.

Kakakku yang istimewa.
Mewujudkan keinginan untuk bertemu kakak membutuhkan waktu yang saaaaangaaat panjang.
Harus belajar berbulan- bulan, mengeluh berkali-kali, menangis disetiap kesepian, bermimpi disetiap malam, dan senantiasa belajar akan kesabaran disepanjang penantian.

Kakakku, andai saja ketika Tuhan mentakdirkan kita untuk bertemu.
Sambutan pelukan hangatpun belum mampu mengobati rasa rindu ini.
Adik membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk melepaskan butir-butir kerinduan ini.
Setidaknya waktu yang sama lamanya dengan penantian adik selama ini.
Waktu yang cukup untuk berbagi cerita, tertawa usil, melakukan penganiayaan-penganiayaan kecil,  yang setidaknya bisa menghangatkan hati dan mengembalikan kasih sayang yang pernah hilang.

Kakak ku.
Air mata ini telah banyak menetes karenamu.
Karena tumpukan kerinduan yang panjang.
Haus akan sapaan, pelukan dan kasih sayang.


Kakakku yang kusayang.
Do’a yang tulus selalu untukmu.
Semoga kesehatan dan keselamatan selalu menyertaimu.
Dan semoga Allah, lekas membukakan pintu hatimu untuk adikmu.
Percayalah, adik disini menyayangimu.
Dengan setia dan sabar menanti waktu.
Menanti waktu untuk kita bisa bersama kembali seperti dulu.


                                                                                                                                Yang merindukanmu,

1 komentar:

  1. Saya rindu dgn adik sy jg ,,
    menangis di setiap kesepian.. Tak kuasa menahan air mata ,,
    Dik, kk rindu adik ,,
    Maafin kk ya ,, Kk janji ga bkal nolak kalo adik minta dianterin beli keperluan sekolah,,
    Dik,,

    BalasHapus