Siang ini,
setelah keadaanku membaik dari sakit, setelah selesai menjalani proses CT SCAN akibat
benturan 5 bulan yang lalu. Seusainya teman-temanku pulang dari rumahku untuk
mengerjakan beberapa tugas sekolah. Kusempatkan diriku untuk membuka facebook
sambil duduk dikursi depan rumah ditemani adik kecilku. Kubuka beranda, kulihat
banyak status baru dari teman-temanku. Aku tertarik dengan salah satu status
seorang ikhwan yang pasti aku kenali. Klik suka, pada statusnya. Kubuka profile
berandanya. Disitu aku dapat mengetahui aktivitas terbarunya. Bahwasannya
tanggal 13 April kemarin, beliau telah memperbarui kota tempat tinggalnya. Aku
mulai risau. Berfikir dia telah kembali ke tanah kelahirannya. Dari
aktivitasnya difb, aku dapat mengetahui dan ternyata benar dia telah pulang ke
tanah kelahirannya. Entah kenapa hati ini merasa kehilangan atas kepergiannya. Yang
selama ini kita sudah tidak pernah menyapa lagi, tidak lagi bersua dan tidak
online dalam waktu yang sama. Kukira hanya sementara karena kesibukan masing-masing.
But, tiba-tiba beliau pergi meninggalkan kota ini. Air mata ini tak henti-hentinya
menetes. Mungkin bisa dibilang lebay. Namun, inilah yang sebenarnya terjadi. Tetesan
Air mata murni dari hati. Padahal, beliau bukan siapa-siapaku, kami tidak
pernah terikat oleh suatu apapun kecuali ikatan ukhwah islam yang memang semua
muslim, seluruh makluk pribumi keturunan
Adam juga terikat dalam ikatan itu.
Pertama
mengenal beliau, disebuah surau SMA, beliau mengisi acara disekolahku. Aku
begitu terinspirasi olehnya. Badannya yang tinggi tegap layaknya seorang
polisi, tenang, ramah, baik hati, bijaksana dan fashionable kalo kata
teman-temanku. Dulu setelah acara itu usai, disekolah kami memang sering
membicarakan beliau.
Dimataku,
beliau adalah seorang ikhwan yang sholih, yang ramah, suka memberi nasehat
kepadaku, memberikan semangat-semangat yang luar biasa menurutku.
Dia adalah
motivatorku yang hebat, karena beliau aku semakin semangat menjalani kehidupanku.
Ketika dulu masih berkomunikasi dengan beliau, kami sering berbagi melalui fb,
beliau sering memberikan nasehat, memberi motivasi, mengingatkan aku jika
keliru, dan luar biasa karena efek semangat dari beliau juga aku bisa masuk peringkat 10 besar.
Andaikan beliau tau, ini semua karena beliau. Ketika aku bisa berkomunikasi dengan beliau,
hati ini merasa senang sehingga menjadi semangat menjalani aktivitas. Aku begitu
merasakan dorongan semangat saat bisa berbagi dengan beliau walaupun sebenarnya
kami tidak pernah bertemu setelah acara itu. Dan ya hanya melalui via fb kami
berkomunikasi.
Kini, kita
telah dipisahkan dua pulau yang berbeda saling mengejar cita. Beliau melanjutkan perjalanan dikota sebrang
setelah bertahun-tahun singgah dikota ini. Banyak cerita dan kenangan yang beliau
tinggalkan untuk kawan-kawan disini.
Mungkinkah ini
bisa merupakan tanda-tanda yang aku rasakan bahwa beliau akan pergi dari kota
ini. Memang akhir-akhir ini aku sering didatangi seseorang yang wajahnya mirip
dengan beliau. Ketika aku pergi dijogja pada waktu yang sama dengan
keberangkatan beliau, aku bertemu polisi yang wajahnya hampir sama dengan
beliau, polisi itu tersenyum. Waktu aku
dijalan, aku seperti melihat beliau menunggangi sepeda motor dengan kawannya.
Subhanallah..
.
Abang kan belum jadi belajar
bahasa jawa bersamaku dan belum jadi mengisi acara disekolahku lagi, tapi
kenapa abang sudah keburu pergi?
abang, aku yakin selama ini engkau
tidak mengira seperti ini. Tidak mengira bahwa engkau begitu berharga dan
berpengaruh dikehidupanku. Ya, kita memang sebatas kawan, kawan yang baru satu kali
bertemu. Ehm, Tapi rasa dihati ini, begitu berbeda. Engkau layaknya seperti
seorang kakak yang selalu disampingku, senantiasa memberikan nasehat,
memberikan semangat dan memberikan solusi. Walaupun engkau pergi tanpa pamit,
karena aku yakin dimatamu aku hanya seorang adik kecil biasa yang tidak penting
dihidupmu. Aku hanya ingin bisa berteman dengan abang saja, bisa berbagi cerita
saling mengingatkan untuk kebenaran.
Terimakasih bang atas kebaikan
abang selama ini, atas motivasi, semangat, dan doa-doamu.
Aku mohon maaf, apabila selama
ini aku kenal dengan abang mempunyai banyak kesalahan entah melalui ucapan
ataupun perbuatan. Dan mungkin jika abang mempunyai kesalahan kepada saya,
insyaalloh dengan ikhlas saya maafkan.
Aku disini akan tetap terus
semangat meski abang tidak lagi bersua untuk aku. Mewujudkan cita dan cinta,
meraih prestasi seperti saat engkau masih disini.
Seperti pesan abang dulu, “saling
mendoakan ya Ulfa”.
Pasti bang.
Selamat melanjutkan perjuangan dakwah dan
tetap berkarya disana. Mewujudkan cita dan cinta yang nyata. Semoga abang
disana senantiasa diberikan kesehatan, diberikan kemudahan, petunjuk dalam
berjuang, dijauhkan dari keburukan, panjang umur, senantiasa dalam lindungan
Allah SWT.
Satu harapanku kita bisa berjumpa
lagi dengan keadaan yang terbaik. Jika tidak didunia, di surga, surga yang
abadi.
Kunyanyikan untukmu//
sebuah kisah masa lalu hadir di benakkusaat kulihat surau itu
menyibak lembaran masa yang indah
bersama sahabatku
sepotong episode masa lalu aku
episode sejarah yang membuatku kini
merasakan bahagia dalam diin-Mu
merubah arahan langkah di hidupku
setiap sudut surau itu menyimpan kisah
kadang kurindu cerita yang
tak pernah hilang kenangan
bersama mencari cahayamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar