Untukmu seseorang yang aku rindukan. Aku menulis kisah
ini dalam panjangnya penantian bersama getarnya rindu yang tertahan. Aku ingin
mencoba meluapkan tentang rasa yang begitu saja ada bersama hadirmu sejak
pertama. Untukmu seseorang yang aku rindukan, sedang apa dirimu? Dimana kamu
sekarang? Aku berusaha untuk tidak lagi bertanya kapan dirimu pulang. Aku mengerti setiap
kepergianmu untuk berjuang, bersama itu pula dirimu tidak tahu kapan akan
kembali. Karena medan perang adalah hidup atau mati. Jangan kau salah artikan,
diamku kepadamu bukan berarti tidak rindu melainkan lebih dahsyat dari itu. Aku
hanya ingin dirimu diberikan kemudahan dalam menyelesaikan tugas. Sungguh, aku
tidak ingin sedikitpun mengganggu dirimu. Maafkan diriku hanya bisa berusaha
untuk menyimpan semua rasa yang telah ada. Aku ingin rinduku senantiasa kau
rindukan dalam wajah teduhmu. Untukmu seseorang yang aku rindukan, ijinkan aku
menyebut namamu dalam setiap doaku agar Tuhan segera mengobati pedihnya goresan
luka rindu ini dengan bertemu. Tuhan, ku ikhlaskan rinduku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar